Banjir Pidie Jaya 2025
Warga Sagoe Trienggadeng Turun Tangan Bersihkan Tempat Ibadah di Dayah Usen
Foto : Puluhan Relawan Gampong Sagoe Kecamatan Trienggadeng usai bergotong royong membersihkan tempat ibadah di Gampong Dayah Usen, Meurah Dua | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Semangat gotong royong kembali menguat pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera-Aceh termasuk Kabupaten Pidie Jaya pada akhir November lalu.
Hampir tiga pekan setelah musibah, sedikitnya 80 relawan dari warga Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, secara sukarela turun membantu membersihkan Mushalla Dayah Ribatul Muta’allimin Al-Aziziyah di Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Sabtu (13/12/2025).
Dengan semangat tinggi, relawan membersihkan lumpur tebal yang telah mengering dengan cara menyiram air, mencangkul, lalu memindahkannya ke pinggir halaman.
Aksi kemanusiaan ini juga menyasar tempat wudhu Meunasah Gampong Dayah Usen serta beberapa rumah warga yang tertimbun lumpur.
Gampong Dayah Usen diketahui menjadi salah satu wilayah terparah terdampak banjir dan longsor di Pidie Jaya. Kehadiran relawan dari Gampong Sagoe diharapkan mempercepat pemulihan, khususnya agar rumah ibadah kembali dapat digunakan dengan nyaman.
Gotong royong tersebut dipimpin langsung Keuchik Gampong Sagoe, Mirza Januar, bersama para tokoh masyarakat serta pemuda. Dengan kekompakan dan semangat tinggi, mereka bahu-membahu membersihkan fasilitas publik yang terdampak.
“Gotong royong ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap lingkungan dan fasilitas publik, khususnya meunasah dan dayah sebagai pusat ibadah warga. Ini bagian dari langkah cepat penanggulangan bencana di Kabupaten Pidie Jaya,” ujar Mirza.
Ia menambahkan, kepedulian tersebut juga dilandasi pengalaman pahit warga Gampong Sagoe yang pernah merasakan dampak bencana besar sebelumnya, yaitu gempa dan tsunami 2004 silam dan gempa bumi 2016 lalu.
Mirza turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dan mengajak gampong-gampong lain yang tidak terdampak musibah untuk ikut membantu korban banjir.
“Saat ini yang paling dibutuhkan saudara-saudara kita korban banjir adalah tenaga. Dengan turun langsung ke lapangan, kita bisa merasakan secara emosional betapa mereka membutuhkan bantuan untuk membersihkan rumah dan lingkungan,” pungkasnya. (*)







