29 November 2025
Daerah
BANJIR PIDIE JAYA

Warga Pidie Jaya Keluhkan Jalan Berdebu Pasca Banjir: Alat Berat dan Mobil Tangki Pemkab Pada ke Mana?

Foto : Khairuddin, Warga Pidie Jaya | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya menyisakan persoalan baru bagi warga, terutama terkait kondisi jalan yang kini tertutup lumpur dan debu tebal. Setelah air surut, debu dari sisa lumpur kering mengepung sejumlah ruas jalan, mengganggu jarak pandang dan membahayakan pengendara. Khairuddin Warga Mesjid Tuha menilai pembersihan yang dilakukan hingga hari ini masih jauh dari memadai.

Menurut dia, sejumlah ruas jalan yang terdampak masih membutuhkan alat berat untuk mengeruk lumpur yang menumpuk. Namun, perhatian pemerintah dinilai hanya terfokus pada jalan nasional. Sementara itu, banyak jalan kecamatan yang kondisinya tidak kalah parah justru terabaikan. Salah satunya ruas dari simpang lampu merah menuju pusat Kota Meureudu yang masih diselimuti debu tebal.

“Sebesar ini bencana, hanya satu dua titik saja yang dikerjakan. Kalau begini caranya, kapan bisa selesai pembersihan?” ujar Haji Mulyadi, warga Bandar Dua, beberapa saat usai melintasi jalan tersebut. Ia menilai penanganan yang dilakukan belum sebanding dengan skala kerusakan.

Keluhan serupa juga datang dari pengguna jalan lainnya yang setiap hari harus melintasi jalur tersebut. Mereka menyebut kondisi debu tak hanya mengganggu, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan. “Ini sudah hari keempat, jangankan jalan di gampong-gampong yang butuh penanganan, lintas SP jalan layang dan jalan menuju pusat pasar Kota Meureudu saja masih seperti kabut,” ucap seorang warga.

Fauziah, warga lainnya, turut menuturkan kekesalannya terhadap lambannya penanganan. Ia mempertanyakan keberadaan armada alat berat yang selama ini disebut telah dikerahkan. Menurutnya, jika alat-alat tersebut benar-benar bekerja maksimal, debu tebal di jalanan pusat kota tidak mungkin bertahan selama berhari-hari.

“Pada ke mana armada alat berat dan mobil tanki air milik pemkab? Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama,” katanya. Warga berharap pemerintah kabupaten segera mengerahkan armada secara menyeluruh, bukan hanya tersentral di beberapa titik, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali beraktifitas secara normal. (**)