25 Juni 2026
Daerah

Viral di TikTok, Dugaan Pemotongan Bantuan Korban Banjir di Kecamatan Ulim Tuai Beragam Reaksi Publik

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDAkun TikTok Aneuk Gampong kembali menjadi perhatian publik setelah memposting konten terkait dugaan pemotongan bantuan bagi korban banjir di Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Kamis (25/6).

Unggahan tersebut dengan cepat menyedot perhatian warganet. Hingga berita ini ditulis, postingan itu telah ditonton sebanyak 8.918 kali, mendapat 99 tanda suka, 19 komentar, dan dibagikan oleh 53 pengguna TikTok.

Dalam unggahannya, akun TikTok Aneuk Gampong menuliskan bahwa sejumlah warga yang mengatasnamakan Perwakilan Masyarakat Kecamatan Ulim melaporkan dugaan pemotongan dana bantuan korban banjir kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.

Dalam surat yang beredar di medsos itu disebutkan adanya dugaan pemotongan sebesar Rp300 ribu per kepala keluarga dari bantuan yang diterima masyarakat. Warga meminta pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melakukan penelusuran dan pemeriksaan guna memastikan kebenaran informasi tersebut. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai laporan tersebut, tulis akun TikTok @Aneuk Gampong.

Unggahan itu memantik beragam reaksi dari netizen. Akun @hasbullah609 menulis, "Hai kawan di berita terbaru hari ini sungguh sangatlah memalukan, masak sikit-sikit buat laporan kab, apa benar pemotongan sebanyak 300 ribu? Kalau pun benar ini kan memalukan pemerintah saja laaahaaaaiiiii, male teuuuh."

Sementara akun @Taufiq Anek Mak 2 berkomentar, "Hampir seluruh desa di Pidie Jaya anggaran bantuan dipotong." Ia juga meminta pemerintah pusat menghentikan sementara penyaluran bantuan masa panik dan jatah hidup (jadup) hingga dugaan pemotongan tersebut diusut tuntas.

Komentar lain datang dari akun @Dek Muhammad yang menulis, "Panteraja 500 ilake pak."

Sedangkan akun @Ceo PT udah uduh menyebut persoalan tersebut sudah menjadi "rahasia umum."

Meski masih sebatas dugaan yang menunggu klarifikasi dan hasil pemeriksaan resmi, derasnya respons masyarakat di media sosial menunjukkan bahwa isu bantuan korban bencana bukan perkara sepele. Publik kini menunggu langkah nyata pemerintah untuk membuka fakta sebenarnya, agar bantuan yang diperuntukkan bagi korban banjir tidak menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat. (**)