04 April 2025
Kisah

Teuku Yusmadi Arkasih dan Rumah Aceh Bersejarah di Pidie Jaya

Foto : Teujku Yusmadi Arkasih, Dihalaman Rumah Aceh Bersejarah di Gampong Deah Pangwa, Trienggadeng, Pidie Jaya | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Rumah Aceh, sebuah bangunan bersejarah yang telah berdiri kokoh selama ratusan tahun silam, kini memiliki pewaris yang berdedikasi untuk mempertahankan keindahan dan keaslian arsitekturnya. Dia adalah Teuku Yusmadi Arkasih, seorang pria paruh baya yang lahir dan besar dirumah tersebut. Rumah Aceh milik keluarga besar Teuku Yusmadi tersebut terletak di Gampong Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Teuku Yusmadi telah menjadi penjaga berharga dari salah satu warisan budaya yang paling penting di wilayah ini.

Rumah Aceh, juga dikenal sebagai "Rumoh Aceh" dalam bahasa setempat, adalah contoh arsitektur tradisional Aceh yang menakjubkan. Bangunan ini terbuat dari kayu dengan ciri khas atap miring, dinding ukiran yang indah, dan detail-detail artistik yang mencerminkan kekayaan budaya Aceh.

Sejarah Rumah Aceh dapat ditelusuri hingga berabad-abad yang lalu, dan bangunan ini telah menjadi pusat kegiatan budaya dan upacara adat masyarakat Aceh. Namun, seiring berjalannya waktu, Rumah Aceh mengalami tantangan dalam pemeliharaan dan pelestarian.

Inilah saatnya Teuku Yusmadi, seorang pecinta seni dan budaya Aceh, Ia mengabdikan dirinya untuk merestorasi Rumah Aceh dan memastikan bahwa nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya akan terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Yusmadi akan mengupayakan  pelestarian rumah Aceh ini. Ia akan bekerja sama dengan arsitek dan ahli sejarah untuk memastikan bahwa setiap detail dalam proses restorasi sesuai dengan bentuk aslinya.

Yusmadi berharap rumah Aceh tersebut menjadi pusat kegiatan budaya, museum, dan tempat wisata yang populer di Aceh. Dengan harapan pengunjung dari berbagai penjuru dunia datang untuk mengagumi keindahan arsitektur keacehan yang unik ini dan memahami sejarah yang kaya di baliknya.

Teuku Yusmadi adalah contoh nyata dedikasi seseorang dalam melestarikan warisan budaya yang berharga. Dengan upayanya, Rumah Aceh terus menjadi saksi bisu dari masa lalu yang kini membuka pintu bagi pemahaman dan penghargaan terhadap kekayaan budaya Aceh yang tak ternilai harganya. 

Selain itu, "Ada cerita mistis yang  menarik tentang sosok bayangan tentara berbaju dan topi besi berdiri tegak dipintu tengah memasuki ruang utama, sosok itu terlihat seperti prajurit Belanda yang mengawal Rumah Aceh tersebut di malam hari menambahkan elemen misteri dan legenda pada sejarah rumah ini."

Kisah-kisah seperti itu seringkali menjadi bagian dari folklore dan mitos yang melingkupi bangunan-bangunan bersejarah. Mereka bisa menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung yang datang ke Rumah Aceh, menambahkan lapisan ke dalam kekayaan cerita dan keajaiban tempat tersebut.

Ketahanan Rumah Aceh terhadap gempa dan tsunami adalah salah satu aspek yang luar biasa dari arsitektur tradisional tersebut. Rumah Aceh, yang dibangun dengan kayu dan konstruksi tanpa paku, telah teruji oleh waktu dan alam. Kelebihan ini dapat dijelaskan dengan beberapa faktor:

Fleksibilitas Kayu: Kayu memiliki sifat yang lebih fleksibel daripada material bangunan modern seperti beton. Ini memungkinkan Rumah Aceh untuk meresap dan menyerap getaran gempa tanpa mengalami kerusakan struktural serius.

Konstruksi Tanpa Paku: Rumah Aceh dibangun dengan teknik konstruksi khusus yang menggunakan sambungan tradisional tanpa paku. Ini membuat bangunan lebih tahan terhadap guncangan gempa, karena tidak ada paku yang bisa lepas atau rusak dalam gempa.

Adaptasi terhadap Lingkungan: Arsitektur Rumah Aceh juga mempertimbangkan kondisi lingkungan setempat. Bangunan-bangunan ini sering ditempatkan di atas tiang-tiang tinggi, sehingga lebih tahan terhadap gelombang tsunami yang bisa melalap bangunan lain.

Ketahanan Rumah Aceh terhadap gempa dan bencana alam memang mengesankan dan telah membantu melindungi penduduk setempat selama berabad-abad. Ini adalah contoh bagaimana kearifan lokal dan tradisi budaya dapat memberikan solusi yang efektif dalam menghadapi ancaman alam. (**)