Semangat Kebersamaan Kembali Menjadi Kekuatan Gampong
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Suasana di Gampong Pulo Pueb, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Kamis (3/9/2026), terasa berbeda. Warga berbondong-bondong menuju lingkungan meunasah, bukan untuk menghadiri sebuah seremoni, melainkan membawa cangkul, sapu, parang, dan peralatan sederhana lainnya. Mereka datang dengan satu tujuan yakni membersihkan lingkungan bersama. Disaat budaya gotong royong yang perlahan mulai tergerus kesibukan zaman, masyarakat Pulo Pueb justru menunjukkan bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan yang hidup di tengah gampong.
Tak ada sekat antara perangkat gampong dan masyarakat. Keuchik, sekretaris desa, perangkat gampong, warga, Pendamping Lokal Desa, hingga Babinsa membaur dalam satu barisan. Rumput liar dibabat, semak dibersihkan, sampah dikumpulkan, sementara parit, jalan, dan selokan turut ditata agar kembali bersih dan berfungsi dengan baik. Keringat yang mengalir justru menjadi kekuatan bersama dalam membangun gampong yang menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.
Pendamping Desa Kecamatan Bandar Baru, Rahmat Saputra, mengatakan kegiatan tersebut dipusatkan di halaman dan lingkungan sekitar meunasah. Warga membersihkan bagian-bagian yang mulai ditumbuhi rumput dan tanaman liar, sekaligus menata kawasan sekitar saluran serta fasilitas umum agar tampak lebih rapi dan terawat. Bagi masyarakat, pekerjaan itu mungkin terlihat sederhana. Namun dari pekerjaan tersebut lahir rasa peduli dan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.
Di Aceh, meunasah bukan sekadar bangunan tempat melaksanakan ibadah. Ia merupakan ruang bersama, tempat masyarakat berkumpul, bermusyawarah, belajar, dan menjalankan berbagai aktivitas sosial. Karena itu, menjaga kebersihan meunasah sesungguhnya adalah menjaga salah satu denyut kehidupan masyarakat gampong.
Terlihat, mereka bekerja sambil berbincang, saling membantu dan saling menguatkan. Halaman meunasah yang sebelumnya terlihat semrawut perlahan berubah menjadi bersih dan nyaman hanya karena banyak tangan memilih untuk bekerja secara bersama-sama.
Semangat kebersamaan inilah yang diharapkan warga Pulo Pueb, tak berhenti setelah kegiatan gotong royong usai, namun menjadi kebiasaan yang tumbuh dari kesadaran setiap keluarga. Tidak membuang sampah sembarangan, menjaga saluran air, merawat fasilitas umum, serta mengingatkan satu sama lain. Sebab gampong yang bersih tidak lahir hanya dari sapu dan cangkul, tetapi dari kepedulian yang terus dipelihara.
Pemerintah Gampong Pulo Pueb mengapresiasi seluruh masyarakat dan pihak yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Bagi mereka gotong royong bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan, melainkan cara masyarakat merawat kebersamaan.
Ketika warga turun tangan bersama, pekerjaan menjadi ringan, lingkungan menjadi nyaman, dan rasa memiliki terhadap gampong semakin kuat. Semangat itulah yang perlu terus dijaga agar Pulo Pueb bukan hanya menjadi gampong yang bersih, tetapi juga gampong yang hidup dengan kekompakan, kepedulian, dan semangat kekeluargaan. (**)







