LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Di balik pintu ruang pelayanan sebuah rumah sakit, ada banyak cerita tentang manusia, tentang mereka yang datang membawa harapan, keluarga yang menunggu kepastian, hingga pasien yang membutuhkan pertolongan dalam hitungan menit. Karena itu, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan medis. Kecepatan respons, koordinasi, komunikasi dan dukungan lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang aman, cepat dan manusiawi, Sabtu (1/8).
Semangat itulah yang mengemuka dalam silaturahmi jajaran Polres Pidie Jaya bersama manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (1/8/2026). Pertemuan yang berlangsung di Aula RSUD Pidie Jaya, Gampong Dayah Timu, Kecamatan Meureudu, tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi dua institusi yang memiliki peran berbeda, tetapi bertemu pada satu kepentingan: pelayanan kepada masyarakat.
Plt. Direktur RSUD Kabupaten Pidie Jaya, dr. Muhammad Aditya Jamin, M.Km., bersama jajaran manajemen dan staf menyambut langsung Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., beserta jajaran. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan terbuka, dengan pembahasan yang menyentuh kebutuhan pelayanan kesehatan serta penanganan berbagai kondisi yang membutuhkan respons cepat.
Bagi RSUD Pidie Jaya, membangun koordinasi dengan kepolisian bukan sekadar agenda seremonial. Dalam sejumlah situasi, rumah sakit menjadi salah satu titik penting dalam rantai penanganan keadaan darurat, mulai dari korban kecelakaan, pasien yang membutuhkan pertolongan segera, hingga penanganan korban meninggal dunia yang memerlukan pemeriksaan medis dan visum et repertum untuk mendukung proses hukum.
Kecepatan komunikasi dalam kondisi seperti itu menjadi sangat penting. Ketika sebuah peristiwa terjadi di lapangan, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa korban dapat segera mendapatkan pertolongan dan proses penanganannya berjalan sesuai prosedur. Di sinilah koordinasi antara fasilitas kesehatan dan aparat penegak hukum menjadi bagian dari pelayanan publik yang saling melengkapi.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas penguatan mekanisme rujukan medis lanjutan dari Klinik Polres Pidie Jaya ke RSUD Kabupaten Pidie Jaya. Langkah ini membuka ruang koordinasi yang lebih baik bagi personel Polri, keluarga maupun masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis spesialis dan fasilitas kesehatan yang lebih komprehensif.
RSUD Pidie Jaya dengan demikian tidak hanya diposisikan sebagai tempat pengobatan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pelayanan publik yang membutuhkan jejaring kuat dengan berbagai institusi. Kolaborasi lintas sektor menjadi penting agar pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti pada satu institusi, melainkan terhubung dalam sebuah sistem yang responsif.
Plt. Direktur RSUD Pidie Jaya bersama jajaran berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya sederhana, tetapi sangat berarti: menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, profesional, aman dan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.
Sementara itu, Kapolres Pidie Jaya menekankan bahwa kepolisian dan fasilitas kesehatan memiliki ruang kerja yang berbeda, namun keduanya bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Karena itu, komunikasi yang baik diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan, khususnya dalam kondisi darurat dan situasi yang membutuhkan keterlibatan kedua institusi.
Pertemuan tersebut dihadiri para kepala bidang RSUD Kabupaten Pidie Jaya, Kasat Intelkam Polres Pidie Jaya AKP Rusdiono, S.Sos., M.Si., serta staf dan karyawan RSUD Pidie Jaya. Silaturahmi yang berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 WIB itu berjalan aman, tertib dan kondusif. Lebih dari sekadar pertemuan dua institusi, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan publik yang baik lahir dari kemauan untuk saling terhubung. Sebab pada akhirnya, bagi masyarakat, yang paling penting bukan siapa yang bekerja sendiri, melainkan seberapa cepat dan seberapa manusiawi mereka mendapatkan pertolongan ketika sedang membutuhkan. (**)






