21 Agustus 2026
Kesehatan

RS Pidie Jaya Siap Hijrah ke Syariah, Pemkab Dukung Penuh

Foto : Bupati Pidie Jaya, H Sibral Malasyi MA bersama Abu MPU, Tim Asesor, Dewan Pengawas Syariah dan Manajemen RSUD Pidie Jaya berfoto bersama dalam kegiatan survey akreditasi Rumah Sakit Syariah | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDPemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya menargetkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya di Meureudu meraih sertifikasi rumah sakit syariah. Proses survei sertifikasi berlangsung di RSUD Pidie Jaya, Jumat (21/8/2026).

Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos., ME, mengatakan sertifikasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang profesional sekaligus selaras dengan nilai-nilai Islam.

“Sertifikasi ini bukan sekadar pemenuhan administratif, tetapi momentum untuk memperkuat mutu pelayanan, tata kelola, dan budaya kerja Islami,” kata Sibral saat menerima tim surveyor sertifikasi rumah sakit syariah.

Ia meminta seluruh jajaran RSUD Pidie Jaya menjadikan proses survei sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pelayanan dengan berpegang pada prinsip siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.

“Jadikan momentum sertifikasi ini sebagai langkah baru membangun pelayanan kesehatan yang bermutu, profesional dalam bekerja, dan Islami dalam nilai serta sikap. Semoga segera bersertifikasi syariah dengan nilai paripurna,” ujarnya.

Sementara itu, tim surveyor sertifikasi, Prof. Dr. drg. Wahyu Sulistiadi, M.A.R.S., menjelaskan penerapan standar syariah dalam pelayanan kesehatan mencakup aspek spiritual, kenyamanan, mutu layanan, serta keselamatan pasien.

Di antaranya pelayanan yang memperhatikan kesesuaian gender pada tindakan medis tertentu, penyediaan hijab bagi pasien, edukasi Islami, pelatihan fikih pasien bagi tenaga kesehatan, serta pengaturan tindakan medis agar tidak mengabaikan waktu salat.

Menurut Wahyu, penerapan pelayanan kesehatan syariah juga mencakup aspek kehalalan obat dan makanan, tata kelola keuangan, serta kesehatan lingkungan. Standar tersebut, kata dia, tidak hanya ditujukan kepada pasien Muslim, tetapi dapat diterapkan dalam pelayanan kepada seluruh masyarakat.

Plt. Direktur RSUD Pidie Jaya, dr. Muhammad Aditya Jamin, M.K.M., mengatakan pihaknya siap mengikuti proses sertifikasi dan melakukan pembenahan sesuai hasil survei.

“Kerja sama antara masyarakat, tenaga medis, dan pihak terkait sangat diperlukan untuk menciptakan pelayanan syariah yang optimal,” katanya.

Ia berharap sertifikasi tersebut dapat memperkuat kualitas pelayanan sekaligus menjadi budaya kerja di RSUD Pidie Jaya.

Selama ini, dalam proses menuju sertifikasi rumah sakit syariah, RSUD Pidie Jaya tetap menempatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, profesional, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien sebagai fokus utama.

Penerapan prinsip syariah diharapkan menjadi nilai yang memperkuat kualitas pelayanan tersebut, sehingga aspek spiritual dan nilai-nilai Islam berjalan seiring dengan standar medis, profesionalisme tenaga kesehatan, serta kebutuhan setiap pasien." terang Aditya 

Dengan demikian, transformasi menuju rumah sakit syariah bukan hanya tentang pemenuhan standar syariah, tetapi juga tentang menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, humanis, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat." Pungkasnya.

Selain tim surveyor sertifikasi rumah sakit syariah, Prof. Dr. drg. Wahyu Sulistiadi, M.A.R.S. dan Hidayatulloh, S.H.I., M.H., Ph.D., kegiatan survei sertifikasi tersebut turut dihadiri oleh Ketua MPU Kabupaten Pidie Jaya, Komisi III DPRK Pidie Jaya, Asisten I Setdakab Pidie Jaya, serta perwakilan MUKISI Aceh.

Turut hadir unsur Dinas Kesehatan dan KB, Dinas Syariat Islam, Dewan Pengawas Syariah RSUD Pidie Jaya, manajemen rumah sakit, dokter, perawat, tenaga medis, serta tim kelompok kerja sertifikasi syariah RSUD Pidie Jaya. (*)