Berbagai Elemen Masyarakat Ikuti Apel Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Karhutla di Pidie Jaya
Foto : Bupati Pidie Jaya, H Sibral Malasyi bersama para Forkompinda setempat sedang malkukan pengecekan pasukan apel Kesiapsiagaan Bencana dan Karhutla | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Lebih dari seribu orang dari berbagai unsur mengikuti Apel Kebangsaan dan Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam serta Kesiapsiagaan Bencana Alam dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Gedung MTQ, Cot Trieng, Kabupaten Pidie Jaya, Senin (14/9/2026).
Apel Kebangsaan berlangsung meriah, kemudian dilanjutkan sekitar 30 menit berselang dengan apel kesiapsiagaan Karhutlabsecara khidmat
Peserta apel kebangsaan terdiri atas ASN Pemkab Pidie Jaya, TNI-Polri, lembaga vertikal, lembaga keistimewaan daerah (LKD), para keuchik, pelajar, pramuka, organisasi masyarakat (ormas), hingga organisasi kepemudaan (OKP).
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, Ketua DPRK Pidie Jaya A.Kadir Jailani, Ketua MPU Pidie Jaya Abiya Dr. H. Anwar Usman, Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi, Kajari Pidie Jaya Said Muhammad, Sekda Pidie Jaya Dr. Munawar, serta unsur Muspida lainnya.
Dalam amanatnya, Bupati Sibral mengatakan apel gabungan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat persatuan, menjaga keamanan, perdamaian, toleransi, dan semangat gotong royong.
“Keselamatan masyarakat bukan hanya tugas pemerintah. Semangat kebangsaan harus diwujudkan melalui persatuan, toleransi, gotong royong, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana,” kata Sibral.
Pada apel berikutnya, Sibral kembali bertindak sebagai pembina Apel Kesiapsiagaan Karhutla yang melibatkan BPBD, Disbunnak Distan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, para camat, Kodim 0102/Pidie, Polres Pidie Jaya, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah II Aceh, Satgas SAR, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), dan para keuchik.
Dalam amanatnya, Sibral menegaskan penanganan Karhutla tidak boleh menunggu api membesar. Pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat harus menjadi prioritas seluruh unsur terkait.
“Jangan menunggu api muncul baru kita bergerak. Mari kita lakukan pemetaan wilayah rawan, tingkatkan patroli dan pemantauan, serta edukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
Ia meminta BPBD memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan gampong, relawan, serta seluruh pihak terkait. Kesiapan personel, peralatan, sarana, dan prasarana juga harus dipastikan agar setiap laporan titik api dapat segera diterima, diverifikasi, dan ditindaklanjuti sebelum meluas.
Menurut Sibral, kesiapsiagaan bencana harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan berhenti pada apel. Koordinasi lintas sektor yang solid, informasi yang cepat, dan respons yang tepat dinilai menjadi kunci mencegah Karhutla serta bencana lainnya meluas dan mengganggu kesehatan, lingkungan, maupun aktivitas masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah unsur relawan dan pendukung penanggulangan bencana seperti PMI, RAPI, Tagana, Pramuka, dan tenaga kesehatan tidak tampak dalam barisan apel. Meski demikian, Bupati tetap menyampaikan penghargaan atas peran unsur relawan dalam mendukung penanggulangan bencana. (*)







