04 April 2025
Opini

Peran Pemuda Aceh Multikultural di Era Digital

LIPUTANGAMPONGNEWSID

Kita tahu bahwa Aceh adalah wilayah paling barat Indonesia, dimana banyak terdapat budaya, adat dan tradisi yang perlu dijaga dan dilestarikan.
Kemudian lihatlah kemajuan pesat dalam teknologi yang membentuk budaya baru yang dikenal sebagai digitalisasi.

Era digital ini telah membentuk budaya baru bagi masyarakat Aceh, khususnya bagi anak muda di Aceh. Tentunya hal ini menjadi tantangan baru bagi masyarakat Aceh, khususnya bagi para pemuda Aceh yang harus menjaga dan melestarikan budaya dan adat Aceh guna memperkenalkannya kepada dunia generasi penerus Aceh.

Pemuda Aceh harus menyadari dan mengedepankan tanggung jawab etis untuk memperkenalkan budaya dan adat Aceh, terutama dalam interaksi sehari-hari, sehingga generasi Aceh mengetahui realitas dan nilai semua.Segala macam budaya dan adat ada di Aceh. Dengan begitu, para pemuda Aceh tentunya memiliki semangat untuk melestarikan budaya dan adat istiadat agar tidak tersesat dalam gelombang globalisasi dan modernisasi era milenium ini.

Kita dapat melihat betapa pesatnya perkembangan dunia khususnya dalam bidang komunikasi dan informasi, tentunya memiliki keuntungan tersendiri bagi suatu masyarakat selain dampak positifnya, sebenarnya dampak negatifnya sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan, mempengaruhi kehidupan cara berpikir dan cara hidup masyarakat di sini, khususnya ACEH.

Pemuda Aceh perlu lebih penasaran dengan Aceh, bukan hanya Aceh sebagai daerah yang menganut syariat Islam, dan bangga dengan Aceh yang pernah menguasai Semenanjung Melayu.

Sejarah tentu saja merupakan hal yang luar biasa, namun jangan sampai terjebak di dalamnya dan membiarkan budaya berhenti karena melihat kondisi sosial yang terus hidup dan berkembang.

Kemajuan teknologi tentu berdampak besar pada hilangnya adat dan budaya jika masyarakat tidak dapat mengikuti laju dan budaya tersebut. Perkembangan zaman hanyalah sebuah paradoks budaya, sering dikatakan bahwa modernisasi adalah musuh budaya, padahal modernisasi juga merupakan sahabat budaya.

Jadi budaya dan modernisasi harus bekerja sama bukan saling bersaing, kita harus mulai menyadari bahwa era digitalisasi yang pesat ini harus dimanfaatkan untuk kemajuan daerah Aceh.

Kuncinya adalah perilaku dan moralitas generasi muda Aceh, jika tenggelam dalam era modernisasi tanpa keseimbangan budaya, akan menyebabkan disorientasi budaya Aceh di masa depan.

Kami berharap generasi muda akan mengambil alih seluruh masa depan peradaban dan budaya, kami berharap generasi muda akan melakukan hal-hal yang berguna dan kreatif, generasi muda harus berkontribusi pada pengembangan budaya Aceh.

Oleh: Aulia Akbar, Mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry