09 Mei 2026
News

Pasutri Asal Aceh Jelajah Dunia, The Great Overland Journey Indonesia, Southeast Asia, Mekkah, Europe!

Foto : Dok. Antara Sumut | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDPasangan suami istri asal Aceh, T. Faisal Laksamana (65) dan dr. Indriati (61), kembali bersiap menorehkan kisah inspiratif lewat perjalanan darat lintas negara bertajuk “The Great Overland Journey Indonesia – Southeast Asia – Mekkah – Europe” yang akan berlangsung pada 2026–2027.

Pasangan yang kini menetap di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, itu sebelumnya telah menjelajahi lebih dari 30 provinsi di Indonesia dan delapan negara di Asia Tenggara menggunakan kendaraan pribadi sejak 6 Februari 2022. Perjalanan panjang tersebut bukan sekadar petualangan biasa, melainkan simbol semangat hidup dan keteguhan mimpi di usia senja.

T. Faisal Laksamana mengatakan bahwa ekspedisi tersebut membawa pesan inspiratif bagi masyarakat, khususnya kalangan lanjut usia. Menurutnya, usia tidak boleh menjadi batas untuk tetap berkarya, bergerak, dan memberi manfaat bagi orang lain.

“Semangat tidak mengenal usia. Selama masih diberi kesehatan, manusia tetap bisa bermimpi, berkarya, dan menginspirasi banyak orang,” ujar Faisal.

Dalam perjalanan yang dijadwalkan dimulai pada Juli 2026 itu, pasangan lansia tersebut akan kembali mengandalkan mobil pribadi Toyota Voxy 2022 sebagai kendaraan utama menembus berbagai negara menuju Mekkah hingga Eropa.

Tak hanya menjelajah lintas benua, mereka juga aktif mendokumentasikan setiap perjalanan melalui kanal digital dan media sosial dengan akun rautv.id di YouTube, Instagram, dan TikTok. Bagi Faisal, perjalanan itu sekaligus menjadi misi budaya untuk memperkenalkan wajah Indonesia kepada dunia internasional melalui keramahan masyarakat, keberagaman daerah, serta nilai-nilai kemanusiaan yang mereka temui di sepanjang perjalanan.

“Kami ingin membawa cerita positif tentang Indonesia ke mata dunia,” katanya, dilansir Antara Sumut edisi Sabtu (9/5).

Perjalanan pasangan tersebut kini menjadi perhatian publik karena sarat nilai human interest dan dinilai mampu membangkitkan semangat hidup, terutama bagi para lansia, agar tetap produktif, optimistis, dan berani mewujudkan mimpi di usia yang tak lagi muda. (**)