BANJIR PIDIE JAYA
Meunasah Diperbaiki, Rumah Hancur, Tiga KK Korban Banjir Lhoknga, Mesjid Tuha Butuh Tenda Hunian
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Tiga kepala keluarga di Gampong Mesjid Tuha, Dusun Lhoknga, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, hingga kini masih bertahan dalam kondisi darurat pascabanjir bandang. Mereka sangat membutuhkan tiga unit tenda darurat sebagai tempat berlindung sementara, setelah rumah yang mereka tempati rusak parah dan tak lagi layak huni.
Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut 38 hari silam meninggalkan luka mendalam bagi warga. Air bah tidak hanya merenggut harta benda, tetapi juga menghancurkan rasa aman keluarga-keluarga kecil yang kini hidup dalam keterbatasan, tanpa kepastian tempat tinggal yang layak.
Relawan kebencanaan Gampong Mesjid Tuha, Aroel, menyebutkan ketiga kepala keluarga tersebut sudah tidak memungkinkan kembali ke rumah mereka karena kondisi bangunan yang rusak berat. “Mereka benar-benar membutuhkan tenda darurat untuk bertahan, terutama menghadapi cuaca yang tidak menentu,” ujar Aroel, Kamis (1/1/2026).
Adapun tiga kepala keluarga yang membutuhkan bantuan darurat tersebut yakni Erlin Susilawati (39), seorang ibu dengan status cerai hidup yang menanggung dua orang anak. Selain itu, Laibah Hasan (55) juga kehilangan tempat tinggal akibat terjangan banjir, serta Herlina Jadi (60), seorang janda cerai mati yang hidup bersama dua orang anaknya.
Selama ini, ketiga keluarga tersebut sempat mengungsi di meunasah setempat. Namun, seiring adanya lembaga kemanusiaan yang mulai melakukan perbaikan meunasah, para pengungsi terpaksa meninggalkan lokasi tersebut dan kembali ke rumah masing-masing. Sayangnya, kondisi rumah ketiga kepala keluarga itu sudah tidak layak huni akibat kerusakan parah, sehingga mereka kini berada dalam situasi tanpa tempat berlindung dan sangat membutuhkan tenda darurat sebagai solusi sementara.
Saat ini, ketiganya masih mengandalkan bantuan seadanya. Kondisi ini membuat mereka berada dalam situasi rentan, terutama anak-anak dan lansia yang membutuhkan perlindungan lebih aman dan layak dari hujan, angin, serta resiko penyakit pascabencana.
Aroel berharap adanya respon cepat dari pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan para dermawan, agar tenda darurat dapat segera digunakan. “Ini bukan sekadar soal tempat berteduh, tetapi soal menjaga martabat dan keselamatan warga yang terdampak bencana,” pungkasnya. (**)






