Kombes Dedy Tabrani Resmi Nahkodai BNN Aceh
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Kombes Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., resmi memulai tugas sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh usai dilantik pada Jumat pagi, 12 Desember 2025, pukul 10.00 WIB. Pelantikan ini menjadi penanda penting hadirnya kepemimpinan baru BNN Aceh di tengah meningkatnya tantangan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di provinsi tersebut.
Dalam sambutannya, Dedy menekankan bahwa persoalan narkoba merupakan isu besar yang tidak bisa ditangani secara parsial. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar upaya pemberantasan narkoba dapat berjalan efektif. “Tidak ada institusi yang bisa bekerja sendiri dalam isu sebesar ini,” ujarnya.
Dedy juga akan melakukan pendekatan humanis sebagai fondasi utama kebijakan BNN Aceh ke depan. Menurutnya, pemberantasan narkoba harus dibarengi dengan rehabilitasi dan pemberdayaan demi menyelamatkan generasi muda. “Penindakan tetap dilakukan, tetapi kita juga harus memberi jalan bagi pemulihan dan reintegrasi sosial bagi korban penyalahgunaan,” kata Dedy.
Pelantikan yang turut dihadiri unsur pimpinan daerah dan pejabat BNN tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi kekuatan. BNN Aceh menegaskan komitmen menjalankan strategi terpadu yang meliputi pencegahan, penindakan, serta pemulihan sebagai tiga pilar utama dalam menghadapi ancaman narkoba.
Aceh sendiri menghadapi tantangan serius, terutama karena letaknya yang berbatasan langsung dengan jalur perairan internasional dan tingginya aktivitas perdagangan. Kondisi ini membuat provinsi tersebut rentan menjadi pintu masuk penyelundupan narkoba. Publik pun menaruh harapan besar agar rekam jejak operasional dan akademis Dedy mampu memperkuat respons BNN Aceh secara lebih progresif dan terukur.
Menutup pernyataannya, Dedy kembali menegaskan pentingnya integritas dan kesiapan internal dalam menjalankan tugas. “Saya ingin jajaran BNN di Aceh bekerja dengan standar tinggi, responsif terhadap laporan masyarakat, dan bersih dari penyimpangan. Dukungan publik dan pengawasan masyarakat menjadi kunci keberhasilan agenda ini,” tutupnya. (**)









