KKP Serahkan Hibah Excavator kepada Pemkab Pidie Jaya untuk Percepat Rehabilitasi Infrastruktur Perikanan
Foto : Istimewa | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menyerahkan secara simbolis hibah satu unit excavator kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya sebagai upaya mempercepat rehabilitasi infrastruktur perikanan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, MA usai mengikuti Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi yang Berdampak pada Sektor Perikanan di Ballroom Gedung Mina Bahari III KKP, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026).
Penyerahan hibah excavator dilakukan di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional KKP Tahun 2026 yang mengusung tema "Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Mendukung Swasembada Pangan."
Excavator diserahkan oleh Direktur Prasarana dan Sarana Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP RI, Dr. Enggar Sadtopo, S.T., M.Sc., sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap percepatan pemulihan sarana dan prasarana perikanan di daerah terdampak bencana.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pidie Jaya, Fajri, mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan yang sebelumnya diajukan Pemkab Pidie Jaya kepada KKP.
Dalam proposal awal, DKP mengusulkan bantuan dua unit excavator standar dan dua unit excavator long arm untuk mendukung rehabilitasi serta rekonstruksi sektor perikanan.
Menurut Fajri, berdasarkan hasil pembahasan sebelumnya, KKP berencana merealisasikan bantuan tersebut pada 2027. Namun, mengingat kebutuhan mendesak dalam percepatan pemulihan pascabencana, DKP kembali mengajukan proposal agar setidaknya satu unit excavator standar dapat direalisasikan lebih awal.
"Awalnya kami mengusulkan empat unit excavator. Namun agar penanganan kerusakan tidak terus menunggu, kami mengajukan kembali permohonan percepatan bantuan satu unit excavator standar untuk memperbaiki tambak dan saluran utama yang rusak akibat banjir," ujar Fajri saat ditemui LIPUTANGAMPONGNEWS.ID di sela-sela agenda tugasnya, Rabu (8/7).
Tambahkan ia, tahun ini untuk Benih dan Pakan bagi petani tambak yang rusaj ringan usai program rehabilitasi nantinya. Dan tahun ini Pemerintah Pusat melalui KKP juga membantu pembuatan DID untuk program rehab berat dan sedang seluruh sarana perikanan di Pidie Jaya.
Sementara itu, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setdakab Pidie Jaya menyampaikan apresiasi kepada KKP atas dukungan yang diberikan kepada daerah.
Menurutnya, excavator tersebut akan segera dioperasikan untuk mempercepat rehabilitasi kawasan budidaya perikanan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dapat kembali pulih.
Pemkab Pidie Jaya juga berharap KKP segera merealisasikan bantuan benih dan pakan ikan yang telah diusulkan guna mendukung peningkatan produksi perikanan setelah rehabilitasi tambak selesai dilakukan.
Berdasarkan data DKP Pidie Jaya, luas tambak yang terdampak bencana hidrometeorologi mencapai 1.751,49 hektare. Dari jumlah tersebut, seluas 745,64 hektare mengalami rusak ringan, 347,52 hektare rusak sedang, dan 658,33 hektare rusak berat. Hingga kini, sebagian besar lahan tambak terdampak masih belum tertangani. (*)







