08 Juli 2026
Sosial
SOSIAL

MPP Ulurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Zubir, Korban Kabel Listrik yang Masih Berjuang Pulih

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDLangkah sejumlah relawan dari Masyarakat Pidie Jaya Peduli (MPP) menuju rumah sederhana milik Zubir (35), warga Gampong Uteun Bayu, Kecamatan Bandar Dua, Rabu (8/7), menjadi secercah harapan di tengah perjuangan panjang keluarga tersebut. Didampingi Sekretaris Gampong Uteun Bayu, Fadly, mereka datang membawa bantuan kemanusiaan sekaligus memberikan dukungan moril kepada Zubir yang hingga kini masih berjuang memulihkan kesehatannya setelah menjadi korban kabel listrik yang terjatuh di ruas Jalan Banda Aceh - Medan, Rabu (8/7).

Kehadiran rombongan MPP disambut hangat oleh istri Zubir, Mulyana, bersama keluarga. Di balik senyum yang berusaha tegar, Mulyana masih menyimpan kepedihan atas musibah yang menimpa suaminya sekitar setahun lalu. Menurutnya, sejak kejadian tersebut, pihak PLN hanya sekali datang menjenguk dengan membawa bantuan sebesar Rp200 ribu. Setelah itu, kata dia, tidak ada lagi bentuk perhatian maupun tanggung jawab yang diterima keluarganya.

Musibah itu tidak hanya meninggalkan luka fisik bagi Zubir, tetapi juga mengubah kehidupan keluarganya. Sang suami yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga kini harus menjalani perawatan berkepanjangan. Kondisi ekonomi keluarga pun semakin sulit karena biaya pengobatan, kebutuhan sehari-hari, hingga ongkos perjalanan untuk kontrol kesehatan ke Jakarta terus membebani mereka.

Kesedihan keluarga semakin bertambah karena anak mereka yang kini berusia tiga tahun masih mengalami trauma berat akibat kecelakaan tersebut. Mulyana menceritakan, setiap kali melihat truk atau mobil berukuran besar melintas di jalan, sang anak spontan berteriak ketakutan sambil berkata, "Mak, mobil itu jahat, akan menabrak kita lagi." Trauma yang membekas itu membuat sang anak membutuhkan pendampingan psikologis agar dapat kembali menjalani masa kecilnya dengan tenang.

Di tengah berbagai keterbatasan, bantuan yang dibawa MPP memang tidak mampu menghapus seluruh beban keluarga. Namun, kepedulian tersebut menjadi bukti bahwa masih banyak masyarakat yang ikut merasakan penderitaan Zubir.
Bantuan itu diharapkan dapat meringankan kebutuhan mendesak, terutama untuk membeli obat-obatan maupun selang trakeostomi (tracheostomy tube) yang masih harus dibeli secara mandiri karena belum ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Pengurus Masyarakat Pidie Jaya Peduli, Fakhrurrazi, M.Si, mengatakan bantuan kemanusiaan tersebut merupakan bentuk empati masyarakat kepada keluarga Zubir. Menurutnya, meski nilainya tidak besar, bantuan itu diharapkan dapat sedikit meringankan beban biaya pengobatan yang selama ini ditanggung keluarga.

"Kami hanya bisa berbagi sesuai kemampuan dan mendoakan semoga Zubir segera diberikan kesembuhan. Semoga Allah SWT memudahkan seluruh ikhtiar pengobatan, termasuk setiap perjalanan kontrol kesehatan ke Jakarta, serta memberikan kekuatan kepada keluarga untuk melewati ujian ini," ujar Fakhrurrazi. (TS)