03 Februari 2026
Kisah
BANJIR ACEH

Kisah Zulfadly, Dari Keterbatasan Tumbuh Kepedulian

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID
Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih pasca bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Zulfadly memilih mengambil peran sederhana sebagai relawan, namun penuh makna, ia hadir untuk membantu sesama yang terdampak bencana.

Zulfadly adalah seorang yang memiliki keterbatasan pendengaran, namun ia justru menunjukkan kepekaan yang kuat terhadap lingkungan sekitarnya. Bagi Zulfadly, bencana bukan sekadar peristiwa alam, melainkan ujian kemanusiaan yang menuntut kepedulian dan kesabaran.

Sebagai relawan Children, Youth & Disabilities for Change (CYDC), Zulfadly terlibat aktif mendampingi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, dan janda miskin. Kehadirannya membantu memastikan mereka tetap memperoleh perhatian dan akses bantuan di tengah kondisi darurat.

Di sejumlah gampong terdampak di Kecamatan Meureudu, Meurah Dua, dan Ulim, Zulfadly berkontribusi dalam upaya penyediaan air bersih. Ia membantu memfasilitasi kebutuhan dasar warga, terutama ketika sumber air tidak lagi dapat digunakan akibat banjir.

Pada saat yang sama, Zulfadly juga mengalami dampak bencana secara langsung. Banjir besar pada 25–26 November 2025 merendam Gampong Dayah Timu, tempat tinggalnya. Lumpur tebal menutup rumah-rumah warga, meninggalkan kerusakan yang membutuhkan waktu panjang untuk dipulihkan.

Berbekal pengalaman sebelumnya di LSM ASB (Arbeiter-Samariter-Bund) sebagai mitraanya CYDC, Zulfadly memiliki keterampilan dalam penyaringan air dan instalasi PAH (Penampungan Air Hujan/ Air Bersih). Pengetahuan tersebut kini ia terapkan dan bagikan kepada warga yang membutuhkan.

Di tengah upaya pemulihan Pidie Jaya, peran Zulfadly mungkin tidak selalu terlihat menonjol. Namun dari kerja-kerja itulah tumbuh harapan, bahwa kepedulian, ketulusan, dan kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana. (**)