Ketua Banleg DPRK Pidie Jaya Pastikan Lahan Bank Aceh Syariah Clear and Clean
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Komitmen menghadirkan layanan keuangan syariah yang lebih kuat di Pidie Jaya mulai menunjukkan progres nyata. Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya melalui Badan Legislasi (Banleg) turun langsung meninjau lokasi pembangunan kantor PT Bank Aceh Syariah di Gampong Beurawang, Kecamatan Meureudu, guna memastikan kesiapan lahan yang kini masih dalam proses pembebasan.
Langkah turun lapangan ini bukan sekadar seremonial. DPRK ingin memastikan setiap jengkal lahan yang akan dibangun benar-benar bebas dari persoalan hukum dan administratif, seiring dengan pembahasan Rancangan Qanun penyertaan modal daerah ke Bank Aceh Syariah. Sinkronisasi antara kebijakan dan kesiapan teknis menjadi kunci agar proyek ini berjalan tanpa hambatan.
Ketua Banleg DPRK Pidie Jaya, Nazaruddin Ismail, menegaskan bahwa status lahan harus dipastikan “clear and clean” sebelum pembangunan dimulai. Ia tidak ingin proyek strategis ini tersandung persoalan klasik seperti sengketa lahan yang kerap menghambat investasi daerah.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanahan Pidie Jaya, Islamuddin, mengungkapkan bahwa total kebutuhan lahan mencapai sekitar 9.000 meter persegi. Sebagian besar telah dibebaskan pada tahun sebelumnya, sementara sisanya ditargetkan rampung tahun ini dengan dukungan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.
Jika target tersebut tercapai, pembangunan kantor cabang Bank Aceh Syariah di Pidie Jaya diproyeksikan segera dimulai. Kehadirannya diharapkan tidak hanya memperluas akses layanan perbankan syariah, tetapi juga menjadi katalis baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (**)






