18 April 2024
Sumut

Dampingi Masyarakat Ketua DPC LSM Pakar Sergei Geruduk Kantor Desa Penggalangan Suami Kades Pasang Badan Dan Mengancam Warga

LIPUTANGAMPONGNRWS.ID - Tebing Tinggi Sumut  -  Setelah mendapat laporan dari masyarakat yang ada di Desa Penggalangan, Kec. Tebing Syahbandar, Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara Dpc LSM pakar Kab.Sergai juga menerima kuasa dari perwakilan masyarakat.

Esti Br Pandiangan selaku, Ketua DPC LSM pakar  Sergai ketika di konfirmasi Awak Media menceritakan bahwa iya dan anggota nya telah mendatangi kantor Desa Penggalangan.

“ Iya kak kita telah menerima pengaduan dari masyarakat terkait adanya Dugaan penyalahgunaan jabatan,kak. Dan diduga kades menimbun Sembako yang mana sembako jenis beras. Bantuan Sosial (Bansos) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) adalah hak masyarakat. Dimana informasi yang kita dapat langsung dari masyarakat yang merasa terdzolimi,kak. dan kita juga telah menerima kuasa dari masyarakat terkait permasalahan yang terjadi beberapa hari yang lalu,kak. Terang Esti Br Pandiangan”,
Senin,(26/02/24).

Lanjut, ketua Dpc LSM pakar Sergai,yang biasa di siapa Br Pandiangan. Setelah itu saya dan juga  tim turun ke lokasi untuk konfirmasi langsung ke Kades nya Ibu Boini. Tapi malah terjadi keributan,kak. Yang mana kades tak mau ketemu dengan saya selaku ketua Dpc LSM pakar Kab. Serdang Bedagai dan juga tim saya. Bebe Esti Br Pandiangan. 

Tetapi yang muncul malah suami dari Kades tersebut dengan kroni-kroni nya. Dan dengan arogan, kroni-kroni nya mengatakan

 “MINTA AJA BERAS PKM KE LSM Pakar”. Esti Br Pandiangan menirukan.

Masyarakat yang mendengar sontak langsung marah. Dan yang lebih ironisnya Suami dari kades tersebut membisikkan kepada seorang pengurus Lsm Pakar, dengan nada mengancam

“KUHABISI NANTI KAU” 

Dan kroni-kroni nya mengatakan
Kalian semua yang gak dapat beras penghianat. Maka masyarakat menyimpulkan mungkin karena mereka tidak memilih suami kades tersebut, mereka dianggap penghianat, kak. Dan terjadilah keributan. Terang Esti Br Pandiangan

Dan Sang suami kades menyuruh masyarakat  untuk mengarah ke kantor POS. “Pergi aja ke kantor POS Lihat beras kalian di sana”. Ambil sendiri ”. Br Pandiangan menirukan bahasa Suami dari Boini.

Setelah Mendengar hal itu masyarakat pun membuktikan,
Langsung dan pergi ke kantor pos yang ada di Kab.Sergai, kak.
Sesampainya disana.
Masyarakat bertanya tentang bantuan beras untuk 180 Kartu Keluarga (KK)
yang belum di dapat mereka tersebut.


Informasi dari pegawai kantor POS setelah di Kroscek, pegawai mengatakan beras sudah diambil pihak Kepala Desa Penggalangan. Dan masyarakat  meminta Surat tentang bukti bahwa kades penggalangan sudah mengambil beras tersebut, yang di infokan pihak kantor POS, kak.
Dan dari pihak kantor POS pun memberikan bukti Surat 
Beras PKM tersebut yang sudah diberikan ke Kades. Dan surat tersebut
Lengkap dengan stempel. Bebernya pada awak media.

Lanjutkannya, Setelah kita konfirmasi Dari Dpc Lsm Pakar Sergai kepada pihak kades penggalangan.
Dengan licik nya kades penggalangan mengatakan Beras untuk 180 orang tersebut ada di kantor.
Mengatakan masyarakat yang yg 
Gak mau mengambil. Warga langsung geram mendengar hal tersebut. Silakan masyarakat mengambilnya.
Dan mengatakan ada politik untuk menjatuhkan suaminya dari pencalegan yang menang dari 
PDIP Dapil 5. Jelas nya.

“ Yang menjadi pertanyaan, Kenapa setelah masyarakat repot kesana kemari, kades baru  mengaku beras nya ada di kantor nya??.”

Apakah sengaja agar masyarakat tahu bahwa beras tersebut dari pribadi suaminya??
Atau kades sengaja agar masyarakat dipaksa untuk memilih suaminya yang nyaleg agar menang??

Apakah hal seperti ini bisa ditolerir oleh Kecamatan, maupun pihak Bupati Sergai, jika melihat dan mendengar masyarakat yang dipersulit untuk bantuan pangan yang seharusnya menjadi Hak masyarakat?


Adanya kuasa dari masyarakat.
Maka Dpc Lsm Pakar Akan Melakukan Aksi damai besar besaran dalam waktu dekat ini.
Dan meminta pihak kepolisian dan Kejaksaan untuk memeriksa kades Penggalangan dan suaminya dan apabila terbukti bersalah maka pihak Aparat penegak hukum (APH) siap untuk menangkap. Yang diduga sudah menyalah
Gunakan jabatan. Menggelapkan bantuan bansos Pkm dan juga dimana suami dari kades  tidak ada kaitan dengan kerja istri kades Boini hingga meresahkan masyarakat .


Dan Kita meminta kepada bupati agar menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut khususnya di desa Penggalangan,Kec tebing Syahbandar, Kab.Serdang Bedagai, agar hal tidak terulang kembali nanti nya. Dan kita juga meminta kepada seluruh Kepala Desa (Kades) agar lebih mementingkan kepentingan masyarakat ketimbang urusan pribadinya,Pungkasnya.


Terpisah
Melalui sambungan WhatsApp terkait adanya Dugaan tersebut Kepala Desa (Kades) Pengagalangan Boini tidak menjawab saat di konfirmasi Awak Media pada 26 februari 2024 hingga berita ini di tayangkan.

Begitu juga dengan Alfian Purba selaku Camat Tebing Syahbandar, setelah di konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada hari Senin, 26 februari 2024 saat di tanyakan awak Media, terkait sangsi apa yang akan di buat jika terbukti melanggar  ketentuan, mengengingat di wilayah kerja nya di kecamatan Tebing Syahbandar tidak menjawab dan tidak merespon pertanyaan.
(DE)