Bupati Sibral Pimpin Sidak Pasar: Stok Aman, Harga Bumbu Dapur Mulai Pedas
Foto : Bupati Pidie Jaya, H Sibral Malasyi berinteraksi langsung dengan pedagang di pasar Tradisional Keude Uleeglee | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi. MA, S.Sos., ME memimpin inspeksi mendadak (sidak) di Pasar tradisional Keude Uleeglee Kecamatan Bandar Dua, Rabu (20/05).
Bersama Wakapolres Kompol Iswahyudi dan Kajari Sayid Muhammad serta unsur Forkopimda Pidie Jaya lainnya. Juga turut hadir dari BPOM Provinsi Aceh, Inspektur Jamian, Plt. kadis Pisperindagkop Pidie Jaya Alfian, Kadistanpang M. Nur, Kadisbunnak Amiruddin, Kabag Prokopim M. Riza Andika, Kabag Ekonomi Saifuddin, hingga jajaran Polres Pidie Jaya.
Bupati Pidie Jaya meninjau pasar tradisional untuk memantau harga kebutuhan pokok dan ayam potong menjelang Hari Raya Idul Adha.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyusuri sejumlah lorong pasar guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan stok pangan tetap aman di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya kurban.
"Secara umum harga sejumlah komoditas sembako di Pasar Tradisional Keude Ulee Glee.masih stabil, namum hanya beberapa komuditas merangkak naik. Cabai merah dan bawang merah menjadi komoditas yang paling mengalami lonjakan harga." Ujar Bupati Sibral.
Dari hasil berinteraksi langsung dengan pedagang mendapati harga pangan masih stabil
Hanya saja, harga bawang merah kampung mencapai Rp45 ribu per kilogram, cabai merah Rp35 ribu per kilogram, cabai hijau Rp30 ribu per kilogram, sementara tomat dijual hingga Rp24 ribu per kilogram," kata Iqbal, salah seorang pedagang toko kelontong kepada Bupati Sibral.
Namun, kenaikan harga cabai dan bawang dipicu faktor musim tanam serta pasokan dari luar daerah." Tambahnya.
Bupati Sibral mengatakan pemerintah terus memantau dan mengawasi pasar agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat.
“Kami memastikan stok kebutuhan pokok aman dan distribusi berjalan lancar sehingga harga tetap terkendali menjelang hari raya.” Pungkasnya.
Meski terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas bumbu dapur, tim sidak memastikan tidak ditemukan praktik penimbunan maupun permainan harga oleh spekulan.
Tim TPID juga menegaskan pengawasan pasar akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah. (*)






