BBM Langka, PKS BSL Sepi TBS: Perekonomian Warga Subulussalam Terancam
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Subulussalam mulai berdampak nyata pada sektor industri kelapa sawit. Pantauan di Kecamatan Simpang Kiri, Kamis (4/12/2025), menunjukkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Bangun Sempurna Lestari (BSL) mengalami kekosongan pasokan buah tandan segar (TBS), sehingga aktivitas pabrik tampak sepi dari biasanya.
Tim Media Liputan Gampong menyambangi kantor PKS BSL dalam rangka silaturahmi sekaligus konfirmasi terkait kondisi tersebut. Manajer PKS, H.M. Chandra Ginting, SE., sedang berada di luar kantor. Namun, tim media berhasil berdialog dengan pihak Humas, Tata Usaha (TU), serta operator yang bertugas di lokasi.
Dari hasil perbincangan, pihak Humas PKS BSL mengungkapkan bahwa minimnya pasokan TBS disebabkan langsung oleh kelangkaan BBM di Subulussalam. Kondisi ini menghambat mobilitas angkutan sawit dari kebun ke pabrik, sehingga pabrik kerap kekurangan bahan baku.
“Kendala utama yang kami hadapi adalah sulitnya BBM. Jika BBM tersedia, pasokan TBS akan kembali normal. Namun saat ini, kelangkaan BBM membuat arus masuk buah ke pabrik tersendat,” ujar Humas PKS BSL kepada Liputan Gampong.
Meski demikian, pihak PKS memastikan harga TBS di tingkat pabrik masih relatif stabil. Saat ini, harga TBS berada di kisaran Rp2.800 per kilogram (perkiraan), sehingga diharapkan dapat sedikit meringankan beban petani di tengah situasi sulit.
Masyarakat dan pelaku usaha berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan BBM. Pasalnya, jika kondisi ini terus berlanjut, bukan hanya pabrik yang terdampak, tetapi juga mata pencaharian petani sawit serta roda perekonomian Kota Subulussalam secara keseluruhan. (BM)









