Banjir Pidie Jaya Rusak 534 Hektare Perkebunan, Warga Harap Bantuan Bibit
Foto : Kepala Disbunnak Pidie Jaya, Syukri Itam berada di bawah pohon yang puso dan mati akibat banjir dan longsor menimpa pada akhir tahun lalu. | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada akhir November 2025 lalu meninggalkan dampak serius terhadap sektor perkebunan.
Sedikitnya 534 hektare lahan perkebunan dilaporkan mengalami puso atau rusak total, belum termasuk tanaman produktif yang ditanam di pekarangan rumah warga.
Puluhan ribu tanaman perkebunan dilaporkan mati akibat terendam banjir dan tertimbun lumpur. Salah satu wilayah yang parah terdampak banjir dan longsor adalah Gampong Alue Keutapang, Kecamatan Bandar Dua.
Keuchik Gampong Alue Keutapang, Kafrawi, mengatakan ratusan batang tanaman produktif milik warga rusak parah. Tanaman tersebut bukan berada di kebun khusus, melainkan ditanam di sekitar pekarangan rumah warga.
“Kami memang belum sempat mendata dan melaporkan secara resmi karena kami dan warga lainnya masih sibuk membersihkan rumah yang tertimbun lumpur,” ujar Kafrawi.
Ia menyebutkan, sejumlah tanaman produktif seperti rambutan, mangga, jeruk, pala, durian, nangka, petai, manggis, pepaya, hingga kakao mati setelah tertimbun lumpur longsor setinggi 100 hingga 150 sentimeter.
Kondisi tersebut membuat warga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, khususnya dari Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Pidie Jaya.
“Warga Alue Keutapang berharap ada bantuan benih sebagai alternatif pengganti rugi atas tanaman produktif yang mati,” kata Kafrawi, Senin (12/1/2026) di hadapan tim Disbunnak.
Sementara itu, Kepala Disbunnak Pidie Jaya, Syukri Itam, S.Pd., MM, saat meninjau langsung lokasi terdampak di Gampong Alue Keutapang, memastikan pemerintah siap memberikan bantuan.
“Atas nama pemerintah, saya berjanji akan menggantikan semua tanaman produktif yang mati dengan bibit baru pada tahun berikutnya,” tegas Syukri.
Ia juga meminta para keuchik di wilayah terdampak banjir dan longsor agar segera melakukan pendataan dan melaporkan tanaman produktif yang mengalami puso maupun mati kepada Disbunnak Pidie Jaya untuk ditindaklanjuti. (*)






