Bahaya! SDN 2 Jangka Buya Terancam Ambruk
Foto : SDN 2 Jangka Buya Pidie Jaya Teramcam Ambruk Akibat Tergerus Abrasi | LIPUTAN GAMPONG NEWS
Liputangampongnews.id - Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Jangka Buya, beralamat di Gampong Jurong Teungoh Kecamatan Jangka Buya Kabupaten Pidie Jaya, sungguh memprihatinkan kondisinya.
Pasalnya, tanah bagian belakang dua ruang kelas bangunan gedung sekolah dasar ini terus tergerus abrasi lueng/ saluran air (sungai kecil).
Dari pantauan awak media, Minggu (13/6), tanah yang masih belum longsor kena abrasi dari bangunan sekolah dasar ini hanya tersisa kurang lebih satu meter saja dari pondasi bangunan.
Boleh dikatakan, dalam waktu yang tidak terlalu lama, gedung sekolah ini akan terkena dampak abrasi dari Lueng itu, bahkan terancam ambruk seperti yang sudah terjadi sebelumnya terhadap pagar.
Apalagi jika saat musim hujan seperti saat ini, lueng dalam kondisi penuh atau banjir, aliran desas air akan terus menghantam permukaan tanah.
Menurut Muhammad Nur Keuchik Gampong Jurong Teungoh kepada media mengatakan, abrasi di sekitar gedung sekolah ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lama.
Kondisi ini memang memperhatikan, bahkan dalam Musrenbang di tingkat kecamatan maupun kabupaten sering kita usulkan, walaupun tidak tercapai," akuinya
"Kami sangat mendukung, dan berharap saluran ini segera dibangun oleh pihak pemerintah, dengan memasang talud demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama baik warga, siswa maupun guru bahkan juga bangunan sekolah," ungkap Muhammad Nur
Lanjutnya, Jika Dinas terkait membiarkan begitu saja, maka jangan harap bangunan sekolah itu bisa selamat seutuhnya, apalagi saat kondisi hujan deras. Jangan nanti kalau sudah ambruk baru diperbaiki," tuturnya
Kepala Sekolah (Kepsek) Ridwan S.Pd. mengakui sudah lama khawatir dengan kondisi bangunan sekolah. Mereka juga merasa takut ketika belajar mengajar tiba-tiba bangunan ambruk.
Jika menggunakan ruang kelas tersebut untuk proses belajar mengajar, kami merasa sangat dkhawatir. Karena bisa saja longsoran tanah terjadi dan bertambah parah saat hujan.
Ia berharap kepada dinas terkait secepatnya mencarikan solusi untuk mencegah ruang belajar yang akan terjadi ambruk. Lakukan apa saja, yang penting bangunan sekolah aman dan tidak roboh," ucap Kepsek.
Saat ini, dalam mengantisipasi saat terjadinya kemungkinan terburuk, pihak sekolah sudah berusaha dengan meletakan batu sebagai penahan sementara.
Jikapun pihak dinas terkait masih belum menangani hal yang terjadi ini, keedepan Insya Allah akan membuat penahan abrasi dari karung yang diisi tanah dan dipancangkan bambu sepanjang gedung yang berdampak," akui Kepsek. (Irfan)