Ancaman Campak Mengintai Pasca Bencana, Ratusan Anak Pidie Jaya Disasar Imunisasi ORI
Foto : Istimewa | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Kepedulian terhadap kesehatan balita dan anak-anak pascabencana terus ditingkatkan. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Pidie Jaya melalui Posyandu Gampong Meunasah Lhok melaksanakan vaksinasi terhadap 88 balita dan anak-anak di Polindes setempat, Selasa (6/1).
Kepala Dinkes-KB Pidie Jaya, Eddy Azwar, SKM., M.Kes., mengungkapkan bahwa langkah ini dilakukan menyusul ditemukannya enam kasus campak pada anak-anak di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya.
“Hari ini ada 88 sasaran imunisasi di Gampong Meunasah Lhok. Selanjutnya akan dilakukan terhadap 68 sasaran di Gampong Beurawang Kecamatan Meureudu dan 35 anak di Kecamatan Ulim. Harapannya, imunisasi ini mampu meningkatkan kekebalan tubuh anak-anak dan mencegah meluasnya wabah campak,” ujar Eddy Azwar.
Ia menjelaskan, kegiatan vaksinasi ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat bersama Kementerian Kesehatan RI. Dalam rapat tersebut, beberapa kabupaten/kota, termasuk Pidie Jaya, ditetapkan untuk melaksanakan ORI (Outbreak Response Immunization) atau imunisasi tambahan guna memutus mata rantai penularan campak.
“ORI merupakan kebijakan imunisasi antigen baru dari Kemenkes RI sebagai perlindungan masyarakat terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I),” tegasnya.
Eddy juga mengingatkan bahwa kondisi pascabanjir, ditambah dengan perpindahan dan kepadatan tempat tinggal di pengungsian serta udara dipenuhi debu, sangat rentan memicu penyebaran penyakit menular seperti ISPA, campak, dan tuberkulosis (TBC).
Program ORI ini mendapat dukungan penuh dari Tim Penggerak PKK Pidie Jaya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum TP-PKK Pidie Jaya, Ny. Hj. Asmawati Sibral, didampingi Wakil Ketua Ny. Eva Hasan, serta para kader dan relawan.
Pelaksanaan imunisasi juga disukseskan oleh tim relawan dari MDMC Lampung dan Jakarta, Kampus Unaya Aceh, FKM Unmuha Aceh, IDAI Aceh, EMT Dinkes Aceh, serta jajaran Dinkes-KB Pidie Jaya.
Ketua Umum TP-PKK Pidie Jaya, Ny. Hj. Asmawati Sibral, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor serta peran aktif kader PKK dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap dan menekan angka anak zero dose, yakni anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali.
“Anak-anak adalah generasi masa depan bangsa. Imunisasi bukan hanya perlindungan individu, tetapi tanggung jawab bersama untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Kader PKK harus berada di garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengimbau para orang tua agar berpartisipasi aktif membawa anak-anak mereka mengikuti imunisasi tambahan. Selain itu, seluruh Posyandu diminta kembali beroperasi secara optimal, mengingat kasus iSPA dan diare mulai menunjukkan peningkatan.
“Apalagi masih banyak warga yang tinggal bersama di camp pengungsian. Kondisi ini berpotensi mempercepat penularan penyakit jika tidak diantisipasi sejak dini,” pungkas Ny. Asmawati Sibral. (**)






