Dinkes-KB Pidie Jaya Perkuat Pencegahan Campak, Sejumlah 3.724 Balita dan Anak Sasaran Imunisasi ORI
Foto : Kepala Dinkes-KB Pidie Jaya berada ditengah-tengah anak-anak saat mendapatkan vaksin imunisasi ORI di Posyandu Gampong Meunasah Raya Kecamatan Meurah Dua. | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, memperkuat langkah pencegahan penyebaran penyakit campak menyusul ditemukannya sejumlah kasus di empat kecamatan dalam beberapa bulan terakhir.
Kepala Dinkes-KB Pidie Jaya, Eddy Azwar, SKM., M.Kes, mengatakan upaya cepat yang dilakukan adalah pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi tambahan bagi anak usia 9 bulan hingga 5 tahun.
“Program ORI difokuskan di empat kecamatan yang menjadi sumber penularan. Dari hasil deteksi, terdapat enam kasus campak dan seluruhnya menimpa balita atau anak yang belum mendapatkan imunisasi,” ujar Eddy Azwar, Rabu (7/1).
Menurutnya, imunisasi ORI terbukti efektif dalam memperkuat pencegahan penyebaran penyakit campak. Saat ini, Dinkes-KB Pidie Jaya menggencarkan pelaksanaan ORI dengan menyasar posyandu di gampong-gampong.
“Kami sudah menggerakkan imunisasi ORI secara masif. Kegiatan ini dilakukan langsung di posyandu agar mudah diakses masyarakat,” jelasnya.
Pelaksanaan ORI turut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Persatuan Perhimpunan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI), Unicef, serta tenaga cadangan Kementerian Kesehatan RI yang ditugaskan di Pidie Jaya.
Sebelum vaksinasi dilakukan, petugas terlebih dahulu memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya imunisasi dan manfaatnya bagi kesehatan anak di masa depan.
“Alhamdulillah, orang tua dan anak-anak sangat antusias. Vaksinasi ini tidak hanya mencegah campak, tetapi juga polio, difteri, pertusis, dan TBC,” tambah Eddy.
Hingga hari kedua pelaksanaan, cakupan imunisasi telah mencapai 33 persen dari total sasaran sebanyak 3.724 balita dan anak. Capaian tersebut diperoleh dari kegiatan vaksinasi yang salah satunya berlangsung di Posyandu Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Anak-anak juga tidak takut saat divaksin karena ditangani langsung oleh tenaga kesehatan terlatih, termasuk dokter spesialis anak dan dokter umum,” tandasnya.
Eddy menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui Dinkes-KB akan terus berupaya melindungi anak-anak dari ancaman penyakit menular, terutama di tengah kondisi pascabanjir yang berpotensi memicu kejadian luar biasa (KLB).
“Kami mengimbau seluruh puskesmas untuk bergerak bersama menyelamatkan anak-anak Pidie Jaya. Ini bagian dari ikhtiar kita menyongsong Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di era digital,” pungkasnya. (**)






