20 Juni 2026
Kisah

Anak Guru Itu Kini Mendunia, Mengukir Prestasi dari Ketekunan dan Doa Ibu, Diterima di 19 Universitas Luar Negeri!

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDDi sebuah rumah sederhana, seorang anak kecil kerap mencari tempat yang lebih terang untuk belajar. Ketika teman-temannya mungkin telah terlelap, ia masih menekuni buku-buku pelajaran dengan tekun. Tak ada yang menyangka, kebiasaan sederhana itu kelak mengantarkannya menembus gerbang kampus-kampus bergengsi dunia.

Anak itu adalah Rizky Alfian Ramadhan, putra dari Dwi Jayanti, guru MAN 2 Kebumen. Namanya kini menjadi inspirasi setelah berhasil diterima di 19 perguruan tinggi luar negeri serta sejumlah kampus ternama di Indonesia. Perjalanan luar biasa itulah yang dibagikannya dalam talk show bertema “Bersama Meraih Mimpi: Kisah Anak Berprestasi dan Orang Tua Inspiratif Menuju Perguruan Tinggi Luar Negeri” yang digelar MAN 2 Kebumen di Aula Asrama, Rabu (17/6).

Di hadapan ratusan murid yang memenuhi ruangan, Rizky hadir bukan sekadar membawa daftar prestasi. Ia datang membawa harapan. Dengan bahasa yang sederhana dan penuh semangat, lulusan MAN Insan Cendekia Serpong itu menceritakan proses panjang yang dilaluinya hingga diterima di berbagai universitas ternama di Australia, Kanada, Inggris, Amerika Serikat, dan Hong Kong. Bagi para peserta, kisah tersebut menjadi bukti nyata bahwa anak-anak dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di panggung global.

Suasana aula terasa hangat ketika Rizky mengungkap bahwa keberhasilan tidak pernah datang secara instan. Ia bercerita tentang berbagai tantangan yang dihadapi saat mempersiapkan pendaftaran kampus luar negeri, mulai dari menyusun esai, melengkapi dokumen, membangun portofolio akademik dan non akademik, hingga menghadapi proses seleksi yang ketat. Namun, di balik semua itu, ada satu hal yang tidak pernah berubah yaitu konsistensi untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

"Kenali potensi diri sejak dini dan jangan takut mencoba peluang baru," pesan Rizky kepada para sejumlah siswa. Menurutnya, keberanian untuk bermimpi besar harus diiringi dengan kerja keras, disiplin, serta kemauan untuk terus berkembang. Pesan tersebut disambut antusias para peserta yang memanfaatkan sesi dialog untuk bertanya tentang beasiswa, strategi memilih kampus, hingga kehidupan akademik di luar negeri.

Momen paling menyentuh hadir ketika sang ibu, Dwi Jayanti, turut berbagi cerita. Dengan mata berbinar, ia mengenang kebiasaan putranya sejak kecil. Rizky, katanya, memiliki semangat belajar yang tak biasa. Saat waktu istirahat atau menjelang tidur, ia sering mencari tempat yang lebih terang hanya untuk membaca dan belajar. Kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang itulah yang perlahan membentuk karakter pantang menyerah dalam dirinya.

Kisah seorang ibu yang menyaksikan tumbuhnya mimpi anaknya itu membuat banyak peserta terdiam. Mereka seakan melihat bahwa prestasi besar bukanlah hasil keberuntungan semata, melainkan buah dari kebiasaan baik yang dibangun sejak dini dan dukungan keluarga yang terus menguatkan. Di balik setiap pencapaian seorang anak, selalu ada doa, pengorbanan, dan keyakinan orang tua yang tak pernah putus.

Kepala MAN 2 Kebumen, H. Akhmad Taukhid, berharap kehadiran Rizky dapat menjadi energi baru bagi seluruh murid. Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa tidak ada batas geografis yang mampu membatasi cita-cita. Selama memiliki tekad yang kuat dan kemauan untuk terus belajar, setiap anak berpeluang meraih pendidikan terbaik di mana pun berada.

Talk show itu pun berakhir bukan sekadar sebagai kegiatan motivasi biasa. Acara itu menjadi motivasi, bahwa mimpi-mimpi besar sering kali berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan penuh kesungguhan. Dari cahaya lampu sederhana yang menemani seorang anak belajar, kini terbentang jalan menuju kampus-kampus dunia. Sebuah kisah yang mengajarkan bahwa asal-usul bukanlah penentu masa depan, melainkan seberapa besar keberanian seseorang untuk terus mengejar impiannya.

Sumber: Dikutip dari kemenag.go.id.