Warga Aceh Singkil Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji 3 KG
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “gas melon” mulai dikeluhkan warga Kecamatan Kota Baharu, Aceh, Singkil. Dalam sepekan terakhir, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan rumah tangga, terutama di tengah meningkatnya konsumsi selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Hardiyanti, warga Kecamatan Kota Baharu mengatakan dirinya harus berkeliling mencari gas elpiji, namun tidak berhasil mendapatkannya. Kondisi ini sudah ia rasakan sejak 3 hari terakhir.
Sudah 3 hari ini saya mau cari gas LPG sudah susah,” kata Hardiyanti saat dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2026). Lanjutnya, Dan setelah lelah mencari di seputaran Desa Danau Bungara, Lentong, Butar, Samardua Dan Sumber Mukti, saya melanjutkan ke Kecamatan Singkohor Di Daerah D5 Mukti Harapan dapat gas 3 kg.
Masih Hardiyanti, kemarin sempat ada dengan harga Rp 40 ribu. namun kerna kurang bawa uang, jadi minta tunggu sebentar. Tiba-tiba sudah laku. Memang gas elpiji sekarang cukup sulit di temukan. Ujarnya.
Berdasarkan pantauan kelangkaan tersebut sepekan terakhir, di Kecamatan Kota Baharu hampir semua Desa merasakan sulitnya mendapatkan gas Elpiji 3 Kilogram bersubsidi dan kalau ada pengecer itu harga melambung. Sementara toko yang berizin masih kosong
Dengan kondisi kelangkaan gas elpiji bersubsidi ini menjadi perhatian warga karena kebutuhan gas meningkat selama Ramadan. Banyak keluarga yang membutuhkan gas untuk memasak sahur maupun berbuka puasa setiap hari.
Sebagian warga bahkan khawatir kondisi ini akan berlangsung lebih lama jika pasokan tidak segera kembali normal.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Perdagangan Kabupaten Aceh Singkil, belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kecamatan Kota Baharu. Apakah kelangkaan dipicu oleh keterlambatan distribusi, lonjakan permintaan selama Ramadan, atau faktor lain di tingkat distribusi. (Khairi)









