Sosok Ikhlas Itu Pergi, Nyak Sandang dan Jejak Sejarah Penerbangan Indonesia
Foto : Dok. Google Images/CNN | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Kabar duka menyelimuti tanah rencong. Nyak Sandang, sosok dermawan yang dikenal luas atas kontribusinya dalam sejarah awal penerbangan Indonesia, dikabarkan telah tutup usia, Selasa (7/4).
Nyak Sandang meninggal dunia di kediamannya di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya pada Selasa (7/4) pukul 12:20 WIB. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi masyarakat Aceh yang selama ini menjadikannya simbol ketulusan dan pengabdian.
Nyak Sandang dikenal sebagai salah satu rakyat Aceh yang ikut menyumbangkan harta pribadinya demi mendukung perjuangan bangsa di masa awal kemerdekaan. Ia menyumbangkan emas yang kemudian menjadi bagian dari upaya pengumpulan dana untuk membeli pesawat pertama Indonesia. Dari sumbangan rakyat Aceh inilah lahir cikal bakal pesawat Seulawah RI-001, yang menjadi tonggak berdirinya penerbangan nasional.
Pesawat Seulawah RI-001 sendiri memiliki arti penting dalam sejarah, karena menjadi embrio lahirnya maskapai . Dana yang terkumpul dari masyarakat Aceh, termasuk kontribusi Nyak Sandang, digunakan untuk membeli pesawat Dakota yang kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan diplomasi dan perjuangan Republik Indonesia di mata dunia.
Dalam kesehariannya, Nyak Sandang dikenal sebagai pribadi sederhana dan rendah hati. Ia tidak pernah membanggakan jasanya, meski kontribusinya memiliki dampak besar bagi bangsa. Kisahnya menjadi bukti bahwa perjuangan tidak selalu dilakukan di medan perang, tetapi juga melalui pengorbanan harta dan ketulusan hati.
Kepergian Nyak Sandang menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan segala amal ibadahnya diterima. Namanya akan terus dikenang sebagai bagian dari sejarah penting lahirnya kedaulatan Indonesia di udara. (**)







