18 Januari 2026
Daerah

Refleksi Isra Mikraj di Pidie Jaya: Bupati Dorong Peningkatan Iman dan Gotong Royong Pasca Banjir

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Peringatan Malam Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kabupaten Pidie Jaya menjadi momentum refleksi spiritual dan sosial bagi masyarakat. Kegiatan yang digelar di Masjid Jamiek Baitul Aman, Kecamatan Ulim, Kamis malam (15/1/2026), dihadiri unsur Forkopimda, para asisten dan staf ahli bupati, jajaran SKPK, tokoh agama, serta masyarakat setempat, dengan penceramah TGK. Nurdin M. Judon atau Abi Nas Jeunib.

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, dalam sambutannya mengatakan bahwa peristiwa Isra Mikraj merupakan perjalanan agung Rasulullah SAW yang sarat dengan hikmah, khususnya perintah shalat lima waktu sebagai tiang agama. Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum ini untuk meningkatkan kualitas shalat dan ibadah lainnya sebagai fondasi membangun pribadi yang sabar, jujur, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Bupati, peringatan Isra Mikraj tahun ini terasa lebih bermakna karena dilaksanakan di tengah suasana keprihatinan akibat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pidie Jaya. Ia menilai musibah tersebut harus dijadikan sarana introspeksi dan penguatan nilai keimanan. Bencana, kata dia, merupakan pengingat agar manusia semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbaiki hubungan dengan sesama.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial terhadap warga yang terdampak banjir. Semangat gotong royong, tolong-menolong, dan solidaritas dinilai sebagai wujud nyata pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kedekatan kepada Allah SWT, menurutnya, harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap sesama manusia.

Menutup sambutannya, Bupati Pidie Jaya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan peringatan Isra Mikraj tersebut. Ia berharap nilai-nilai keteladanan dari peristiwa Isra Mikraj dapat terus diamalkan, sehingga terwujud masyarakat Pidie Jaya yang religius, peduli, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. (**)