11 Februari 2026
Daerah

Pemkab Pidie Jaya Vaksinasi 1.000 Ekor Ternak Cegah PMK Jelang Meugang Ramadhan

Foto : Salah satu Vaksinator melakukan vaksinasi ternak warga | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDPemerintah Kabupaten Pidie Jaya terus memperkuat upaya pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak pasca bencana hidrometeorologi serta menjelang tradisi meugang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.

Melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak), Pemkab Pidie Jaya melaksanakan vaksinasi PMK tahap I terhadap 1.000 ekor ternak ruminansia, terdiri dari sapi dan kerbau milik warga. Vaksinasi dilakukan langsung di kandang-kandang ternak masyarakat.

Kegiatan vaksinasi untuk tahap I dipusatkan di Kecamatan Ulim, tepatnya di Gampong Lhok Gajah dan Blang Rheu dan beberapa gampong sekitarnya, Rabu (4/2/2026), sejak pukul 08.00 WIB sampai selesai. Program ini bertujuan menekan risiko masuk dan penyebaran wabah PMK di wilayah Pidie Jaya.Kepala Disbunnak Pidie Jaya, Syukri Itam, S.Pd., MM melalui Kepala Bidang Peternakan, drh. Amirullah,M.Si mengatakan vaksinasi dilakukan sebagai langkah antisipatif. Hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan adanya ternak yang terjangkit PMK pascabencana banjir.

“Vaksinasi ini penting untuk mencegah masuknya PMK ke Pidie Jaya, sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh ternak. Sampai sekarang, belum ada laporan sapi yang terinfeksi PMK,” ujar Amirullah.

Ia menjelaskan, vaksin PMK diperoleh dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Peternakan Aceh dan disalurkan kepada Disbunnak Pidie Jaya. Seluruh proses vaksinasi diberikan secara gratis kepada peternak sebagai bentuk dukungan pemerintah pascabencana.

Selain mencegah penularan penyakit, vaksinasi ini juga bertujuan menekan risiko kematian ternak serta menjaga keberlangsungan ekonomi peternak.

“Jika PMK dapat dicegah, maka sektor peternakan tetap berjalan dan pendapatan peternak dapat terjaga,” tambahnya.

Amirullah juga mengimbau para peternak agar segera melaporkan kepada petugas kesehatan hewan wilayah kerja  di kecamatan masing-masing apabila menemukan gejala mencurigakan pada ternaknya seperti hipersalivasi atau kekuar air liur berlebihan,lepuh sekitar mulut, gusi dan lidah,ada luka disekitar kaki,pincang dan kuku terlepas.

Sementara itu, salah seorang peternak, Junaidi (36), menyambut baik langkah vaksinasi tersebut. Menurutnya, upaya pencegahan sangat penting, terutama bagi peternak yang menyediakan sapi kurban maupun sapi peliharaan.

“Kami terus menjaga kebersihan kandang dan kualitas pakan. Koordinasi dengan petugas kesehatan ternak juga penting agar ada langkah cepat jika muncul gejala PMK,” ujarnya (**)