29 November 2025
MTQ Aceh XXXVII 2025

MTQ Aceh ke-37: Prof. Said Agil Serukan Digitalisasi Bermoral dan Berlandaskan Nilai Al-Quran

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDMantan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al-Munawar, MA, menyerukan agar digitalisasi tidak hanya dipandang sebagai kemajuan teknologi semata, tetapi juga sebagai bagian dari ibadah sosial yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Pesan bernuansa spiritual itu disampaikannya dalam Seminar Al-Qur’an Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 Tingkat Provinsi Aceh, Selasa (4/11/2025), di aula lantai tiga Kantor Bupati Pidie Jaya.

Seminar bertema “Membangun Aceh Bermartabat: Internalisasi Nilai Al-Qur’an di Era Transformasi Digital” tersebut dibuka oleh Bupati Pidie Jaya, H. Syibral Malasyi, S.Sos., M.E. Dalam sambutannya, Bupati menyatakan bahwa kemajuan digital harus diiringi dengan penguatan nilai-nilai keislaman. “Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan moral dalam setiap langkah pembangunan. Digitalisasi harus sejalan dengan nilai spiritual agar kemajuan tidak kehilangan arah,” ujarnya.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 120 peserta dari unsur Kemenag kabupaten/kota, Dinas Syariat Islam, ulama, pimpinan dayah, akademisi, Forkopimda, serta kafilah MTQ se-Aceh itu berlangsung khidmat dan interaktif. Dalam paparannya, Prof. Said Agil menekankan bahwa transformasi digital seharusnya berpihak pada kemanusiaan dan moralitas. “Digitalisasi bukan sekadar perubahan sistem, tetapi bagian dari ibadah sosial. Dengan niat yang benar, teknologi dapat menjadi sarana kemaslahatan dan keadilan,” tutur Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Lebih lanjut, Said Aqil mengatakan bahwa nilai-nilai ‘adl (keadilan), shiddiq (kejujuran), dan maslahah (kemanfaatan) harus menjadi fondasi dalam tata kelola pemerintahan digital. Menurutnya, birokrasi yang dijalankan dengan semangat Qur’ani akan melahirkan sistem yang adil, amanah, dan transparan. “Pemerintahan digital yang berjiwa Qur’ani akan menghindarkan penyalahgunaan teknologi serta memastikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat,” tegasnya.

Disesi akhir, Prof. Said Agil menyoroti peran dunia pendidikan sebagai pilar penting dalam membangun generasi digital yang beriman dan berakhlak. Ia mengatakan, lembaga pendidikan di Aceh harus melahirkan generasi yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga berjiwa spiritual. “Generasi digital Aceh harus mampu menggabungkan kecerdasan teknologi dengan kesalehan sosial. Ruang digital harus menjadi wadah dakwah, pembelajaran, dan inovasi yang membawa manfaat,” katanya.

Menutup seminar, Prof. Said Agil mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi dalam setiap kebijakan dan inovasi digital. “Aceh yang bermartabat adalah Aceh yang modern namun tetap berpijak pada nilai-nilai Qur’ani. Teknologi harus memperkuat spiritualitas, bukan menjauhkannya,” pungkasnya.

Seminar Al-Qur’an ini menjadi wadah refleksi penting bagi para ulama, birokrat, dan akademisi untuk meneguhkan arah pembangunan Aceh yang tidak hanya maju secara digital, tetapi juga beradab, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an. (**)