BANJIR PIDIE TAMIANG
Lumpur Banjir Tak Boleh Hentikan Pendidikan, 70 Relawan ESDM Aceh Bersihkan SMPN 5 Karang Baru
Foto : Taufik, S.T., M.Si., Kadis ESDM Aceh, bersama para relawan sedang membersihkan sisa endapan lumpur dengan menggunakan alat pembersih water jet spray pada ruangan kelas SMPN 5 Karang Baru, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, Ahad (4/1/2026). | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengerahkan 70 Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai relawan untuk membersihkan fasilitas pendidikan yang rusak dan tertutup lumpur akibat banjir besar di Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Ahad (3-4 Januari 2026), menyasar SMP Negeri 5 Karang Baru di Gampong Sekerak Kanan, Kecamatan Sekerak, salah satu wilayah terdampak paling parah dalam bencana hidrometeorologi Aceh 2025 lalu.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Aceh yang disampaikan melalui Sekretaris Daerah Aceh kepada seluruh perangkat daerah, dengan tujuan mempercepat pemulihan sekolah agar proses belajar mengajar semester genap dapat berjalan sesuai kalender pendidikan yang telah ditetapkan.
Secara geografis, SMP Negeri 5 Karang Baru berada hanya beberapa ratus meter dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, walaupun lokasi sekolahnya lumayan tinggi namun saat banjir melanda pada akhir November 2025, air setinggi hampir dua meter juga menggenangi kawasan sekolah. Akibatnya, hampir seluruh sarana dan prasarana pendidikan rusak berat dan tidak dapat digunakan, meskipun struktur bangunan utama masih berdiri.
Meski lebih dari sebulan telah berlalu sejak bencana terjadi, jejak banjir masih terasa nyata dengan endapan lumpur yang mengeras menutupi lantai dan dinding ruangan serta aroma lumpur pekat yang menyelimuti setiap sudut sekolah.
Para relawan bekerja bakti sejak pagi hari menggunakan peralatan tradisional hingga modern untuk membersihkan sedimen lumpur dari ruang kelas, musalla, ruang guru, dan perpustakaan. Semangat gotong royong terlihat jelas ketika puluhan relawan bekerja bahu-membahu dalam upaya mengembalikan kondisi sekolah agar layak digunakan.
Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik, S.T., M.Si., turut hadir dan terjun langsung menyemangati dan berkerja dengan para relawan. Dengan pakaian yang tak luput dari noda lumpur, ia menegaskan bahwa pemulihan sekolah merupakan prioritas utama pascabencana. "Kami hadir di sini bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi karena panggilan hati. Anak-anak kita sudah terlalu lama kehilangan waktu belajar akibat banjir besar ini. Kami ingin memastikan saat mereka kembali ke sekolah, ruang-ruang belajar sudah bersih dan layak digunakan. Pendidikan dan masa depan mereka tidak boleh berhenti karena bencana," tegas Taufik.
Pemandangan sekolah yang perlahan kembali bersih menghadirkan momen haru bagi Kepala SMP Negeri 5 Karang Baru, Sulastri, S.Pd. Sejak awal kegiatan, ia menyaksikan langsung kerja keras para relawan dan saat melihat fasilitas sekolah yang sebelumnya tertutup lumpur kini kembali bersih, emosinya tak terbendung. "Saya benar-benar tidak menyangka bantuan ini akan sebesar ini. Melihat ruang kelas, musalla, dan perpustakaan kami kembali bersih, rasanya separuh beban saya sudah terangkat. Terima kasih kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda Aceh, Bapak Taufik, dan seluruh tim relawan ASN Aceh. Kehadiran Bapak dan Ibu semua adalah harapan baru bagi anak-anak kami," ujarnya dengan suara bergetar.
Sebagai penutup kegiatan, Kepala Dinas ESDM Aceh menyerahkan bantuan peralatan kebersihan kepada pihak sekolah yang meliputi sekop, cangkul, gerobak dorong, mesin pompa air, dan water jet spray. Peralatan ini diharapkan dapat menunjang perawatan mandiri sekolah dan memastikan sisa lumpur benar-benar teratasi hingga ke sudut terkecil. "Alhamdulillah, terimakasih banyak atas bantuan tenaga dan peralatan kebersihan ini, semoga Allah SWT catat ini sebagai amal jariah untuk bapak ibu semua," ucap Sulastri dengan rasa syukur. (MS)






