Ketika Debu Menggantikan Banjir: Seruan Mendesak di Pidie Jaya untuk Penyiraman Jalan dan Tindakan Cepat Pemerintah
Oleh: Tgk. Mahdir Muhammad
OPINI - Pasca banjir yang melanda Pidie Jaya, masyarakat masih berjuang memulihkan kondisi lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Namun setelah air surut, muncul persoalan baru yang tak kalah mengkhawatirkan: jalan-jalan yang dipenuhi debu tebal akibat lumpur yang mengering. Setiap kendaraan yang melintas menerbangkan debu ke udara, menambah beban warga yang sudah sangat lelah menghadapi dampak bencana. Kini, bukan hanya rumah yang rusak atau harta benda yang hilang, tetapi juga kualitas udara yang semakin buruk dan mengancam kesehatan.
Kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah Pidie Jaya. Debu pasca banjir bukan sekadar kotoran biasa, tetapi ancaman kesehatan yang dapat memicu iritasi saluran napas, batuk, alergi, bahkan serangan asma. Banyak warga mengeluh sesak dan perih pada mata saat melintas di jalan utama kecamatan. Anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan kini berada pada posisi paling rentan. Ini bukan situasi yang bisa ditunda-tunda atau dianggap “akan hilang sendiri”.
Karena itu, pemerintah Pidie Jaya wajib segera menugaskan pemadam kebakaran (Damkar) untuk melakukan penyiraman jalan secara rutin, terutama di titik-titik yang paling parah berdebu. Mobil Damkar yang selama ini digunakan untuk penanganan kebakaran juga memiliki fungsi strategis dalam mitigasi pasca bencana seperti ini. Penyiraman bukan hanya untuk mengurangi debu, tetapi untuk melindungi kesehatan warga yang telah cukup menderita akibat banjir.
Sampai hari ini, banyak warga mempertanyakan: Mengapa belum ada tindakan tegas dari pemerintah daerah? Mengapa jalanan yang penuh debu dibiarkan begitu saja hingga mengganggu aktivitas masyarakat? Ketidakhadiran penyiraman terjadwal menunjukkan lemahnya koordinasi dan lambatnya respons terhadap ancaman kesehatan yang sangat nyata. Pemerintah daerah seharusnya tidak menunggu laporan menumpuk atau keluhan membesar sebelum bergerak.
Bencana tidak berhenti ketika air surut—pemulihan lingkungan adalah bagian penting dari tanggung jawab pemerintah terhadap rakyatnya. Pidie Jaya membutuhkan tindakan cepat, bukan hanya janji dan wacana. Instruksi tegas kepada Damkar untuk turun ke lapangan, pembagian masker untuk warga, serta pemetaan titik-titik kritis harus dilakukan segera. Langkah-langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko kesehatan secara signifikan dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan kelapangan hati kepada pemerintah Pidie Jaya dalam menjalankan amanah besar ini. Kita mendoakan agar setiap langkah yang diambil dipenuhi keberkahan, setiap keputusan membawa kebaikan, dan setiap usaha menuju pemulihan daerah diberi kemudahan. Semoga Pidie Jaya selalu berada dalam lindungan-Nya, dijauhkan dari segala bencana, diberi keamanan, ketenangan, serta kesembuhan bagi seluruh warganya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.






