08 Mei 2026
Kampus

Kampus STMIK Indonesia Perkuat Kesiapsiagaan Banjir Warga Bireuen

Foto : Istimewa (Dok. STIMIK Indonesia Banda Aceh) untuk publikasi. | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDSebanyak 57 mahasiswa STMIK Indonesia Banda Aceh melaksanakan pengabdian masyarakat di Gampong Juli Meunasah Teungoh, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen selama lebih dari dua bulan dalam Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung sejak akhir Januari hingga awal April 2026 itu merupakan program nasional yang digagas Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sebagai respons terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir November 2025.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Gampong Juli Meunasah Teungoh menjadi salah satu wilayah terdampak banjir pada November 2025. Ada sekitar 82 kepala keluarga terdampak, dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter saat musibah melanda.

Koordinator pelaksana, Taufiq Iqbal, S.Kom., M.M., kepada Liputan Gampong News, Jumat (8/5), mengatakan program tersebut bertujuan memperkuat kapasitas Satgas Bencana Gampong di Dusun Blang Timu dan Pageu Gampong, Dusun Kayee Adang, melalui keterlibatan mahasiswa dan dosen pendamping.

Penguatan dilakukan lewat pemasangan lampu jalan tenaga surya, sistem peringatan dini banjir, sosialisasi kebencanaan, pelatihan kesiapsiagaan, serta gotong royong bersama warga guna menciptakan gampong yang lebih tangguh menghadapi bencana.

Selain memperkuat penerangan di jalur evakuasi dan titik kumpul warga, sistem peringatan dini yang dipasang kini membantu Satgas dan Pageu mendeteksi kenaikan debit air lebih cepat saat potensi banjir terjadi.

Koordinator kegiatan menyebut seluruh perangkat yang dipasang telah diserahkan kepada pemerintah gampong untuk dikelola secara mandiri dan berkelanjutan bersama Satgas dan Pageu Gampong." Pungkas Taufik

Fathurrahmad, S.Kom., M.M., dosen anggota tim pelaksana yang menangani teknis lapangan, menyebut keterlibatan aktif warga menjadi kunci keberhasilan kegiatan tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat terlihat nyata selama proses pelaksanaan berlangsung.

“Warga di sini luar biasa. Mereka tidak menunggu, mereka ikut kerja. Gotong royong bukan hanya jargon di sini, itu benar-benar terjadi di lapangan setiap hari,” ujar Fathurrahmad.

Terpisah, Keuchik Gampong Juli Meunasah Teungoh, Sulaiman BP, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa yang dinilai menyatu dengan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“Mahasiswa ini tidak hanya datang membawa alat, tetapi juga tinggal bersama warga dan ikut gotong royong. Itu yang membuat kegiatan ini terasa berbeda,” ujarnya.

Ketua Satgas Bencana Gampong, Mus Muliadi, mengatakan keberadaan fasilitas tersebut sangat membantu proses evakuasi dan koordinasi warga saat kondisi darurat.

“Kalau banjir malam hari sebelumnya jalur evakuasi gelap dan komunikasi sulit. Sekarang kami lebih siap karena sudah ada alat dan penerangan,” Pungkasnya. (*)