17 Mei 2026
Ekbis

Jelang Hari Raya Qurban, Pemkab Pidie Jaya Gelar Pasar Murah, Hari Pertama di Jangka Buya

Foto : Istimewa | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDDalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 M sekaligus menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama Pemerintah Aceh akan menggelar pasar murah di lima kecamatan.

Pasar murah tahap pertama digelar oleh Pemkab Pidie Jaya melalui Disperindagkop bekerja sama dengan Perum Bulog Kantor Cabang Sigli, yang berlangsung dua hari.

Pada hari pertama, Senin (18/5) di Gampong Keureusi Meunasah Raya, Kecamatan Jangka Buya, dan Selasa (19/5) di Gampong Cot Lhue Rheng, Kecamatan Trienggadeng.

Plh Kepala Disdagperinkop Pidie Jaya, Alfian, S.Sos., M.M, kepada LiputanGampongNews.id, Minggu (17/5), mengatakan operasi pasar murah tersebut merupakan langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok yang biasanya mengalami kenaikan menjelang Idul Adha.

“Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang hari raya kurban,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Perdagangan Disperindagkop Pidie Jaya, Musbir, menyebutkan Pemerintah Aceh sebelumnya juga telah menggelar pasar murah pada akhir April 2026 lalu di Kecamatan Ulim, Meurah Dua, dan Panteraja.

Kali ini pasar murah kembali digelar serentak di sejumlah kabupaten/kota di Aceh, termasuk di Pidie Jaya selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Mei 2026. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Bandar Dua pada Kamis (21/5) di Lapangan Pasar Ulee Glee, Kecamatan Meureudu pada Jumat (22/5) di halaman kantor camat, dan Kecamatan Bandar Baru pada Sabtu (23/5) di halaman kantor camat setempat.

Musbir menambahkan, selain untuk menekan inflasi daerah, kegiatan ini juga bertujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang Idul Adha tahun 2026 ini.

Dalam pasar murah tersebut, pemerintah menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur dengan harga subsidi di bawah harga pasar. 

"Masyarakat diimbau membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat berbelanja agar penyaluran berlangsung tertib dan tepat sasaran." Pungkasnya. (*)