BANJIR ACEH
Dua Relawan ASN Menjadi Jembatan Trisakti untuk Lhok Sandeng yang Diterjang Banjir
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Di tengah sisa lumpur dan jalan yang belum sepenuhnya pulih pascabanjir bandang, denyut kemanusiaan terus bergerak di Kabupaten Pidie Jaya. Kamis (15/1), dua relawan ASN menembus jarak dan keterbatasan untuk membawa amanah solidaritas dari Universitas Trisakti Jakarta menuju titik pengungsian terjauh. Mereka adalah H. Fakhrurrazi, M.Si, dan T. Yusmahdi Arkasih, SE, bukan sekadar relawan, tetapi juga korban bencana itu sendiri.
Fakhrurrazi, ASN Dinas Kesehatan Pidie Jaya, dan T. Yusmahdi Arkasih, ASN Disperindagkop & UKM Pidie Jaya, merupakan warga Gampong Ulegle, Kecamatan Bandar Dua dan warga Gampong Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu. Meski ikut terdampak banjir, keduanya memilih bergerak mengantarkan bantuan langsung ke wilayah terdalam. Langkah itu mereka ambil sebagai wujud empati dan tanggung jawab moral kepada sesama warga yang mengalami nasib serupa.
Penyaluran bantuan dilakukan di posko pengungsian Gampong Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, melalui Posko Dapur Mandiri Kementerian Sosial RI. Bantuan berupa bahan pangan dan kebutuhan dasar diserahkan kepada para pengungsi, terutama ibu-ibu dan anak-anak yang masih bertahan di posko darurat. Di lokasi tersebut, bantuan bukan hanya soal logistik, tetapi juga penguat harapan di tengah ketidakpastian.
Diketahui, puluhan rumah warga di Gampong Lhok Sandeng hanyut dibawa air bah. Kini, para korban menetap di posko pengungsian sambil menunggu pembangunan hunian sementara (huntara) serta pengadaan lahan baru untuk perumahan pascabanjir. Bencana tak hanya merenggut rumah, tetapi juga tanah tempat pondasi rumah berdiri, tergerus derasnya arus hingga berubah menjadi alur sungai baru, menyisakan luka mendalam bagi para korban bencana.
T. Yusmahdi Arkasih mengatakan, bahwa langkah tersebut ia lakukan sebagai bentuk kepedulian sesama korban. “Sebagai korban, saya tahu betul bagaimana rasanya kehilangan dan kekurangan. Karena itu, bantuan dari Universitas Trisakti Jakarta ini saya antar langsung ke titik terjauh dan susah diakses, agar tidak ada warga yang terlewatkan,” ujarnya.
Sejumlah warga di posko pengungsian menyambut bantuan dengan penuh haru dan rasa syukur. Kehadiran relawan dari kalangan korban sendiri memberi semangat baru serta memperkuat rasa kebersamaan. Pihak Posko Dapur Mandiri Kementerian Sosial RI pun mengapresiasi dukungan Universitas Trisakti Jakarta dan peran aktif relawan lokal. Di tengah dampak besar banjir bandang Pidie Jaya, gotong royong dan kepedulian menjadi harapan untuk bangkit kembali. (**)






