15 Oktober 2026
Opini

Dari Hudaibiyah hingga Haji Wada: Kisah Al-Qaswa dalam Perjalanan Rasulullah

Oleh Reza Muttaqin - Warga Aceh, Bermukim di Mekkah

OPINI - Diantara kisah yang mengiringi perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, terdapat seekor unta yang namanya dikenang dalam sejarah Islam, yaitu Al-Qaswa’. Unta ini dikenal sebagai salah satu tunggangan Rasulullah SAW yang paling masyhur dan berkaitan dengan sejumlah peristiwa penting dalam perjalanan dakwah beliau. Namanya terutama dikenal melalui riwayat tentang Haji Wada’, sebagaimana diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah RA dalam Sahih Muslim. Kisah Al-Qaswa’ bukan sekadar cerita tentang seekor hewan, melainkan bagian dari sejarah perjalanan Rasulullah SAW yang menyimpan pelajaran tentang perjuangan, kesabaran, dan keteguhan iman.

Dalam khazanah hadis, selain Al-Qaswa’, terdapat pula nama Al-‘Adhba’ dan Al-Jad‘a’ yang dikaitkan dengan unta-unta Rasulullah SAW. Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai apakah nama-nama tersebut merujuk kepada satu ekor unta yang sama atau beberapa unta yang berbeda. Secara bahasa, nama-nama itu juga memiliki penjelasan yang berkaitan dengan keadaan fisik hewan, termasuk bagian telinga.

Salah satu peristiwa bersejarah yang berkaitan dengan unta tunggangan Rasulullah SAW adalah Perjanjian Hudaibiyah pada tahun keenam Hijriah. Ketika itu, Rasulullah SAW bersama para sahabat berangkat menuju Makkah untuk menunaikan umrah, tetapi kaum Quraisy menghalangi mereka memasuki kota tersebut. Dalam riwayat Sahih al-Bukhari, disebutkan bahwa unta Rasulullah SAW berhenti dan berlutut sehingga perjalanan terhenti. Ketika para sahabat menganggapnya enggan berjalan, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah SWT yang menahannya, sebagaimana Dia menahan pasukan bergajah dari memasuki Makkah. Peristiwa ini menjadi bagian penting dari kisah Hudaibiyah yang kemudian mengantarkan kaum Muslimin kepada sebuah perjanjian dengan kaum Quraisy.

Perjanjian Hudaibiyah pada awalnya terasa berat bagi sebagian sahabat karena kaum Muslimin harus kembali tanpa menunaikan umrah pada tahun tersebut. Namun, perkembangan sejarah menunjukkan bahwa perjanjian itu membuka peluang yang lebih luas bagi dakwah Islam. Peristiwa ini mengajarkan bahwa sesuatu yang tampak mengecewakan belum tentu berakhir dengan keburukan. Rasulullah SAW memperlihatkan kebijaksanaan dalam menghadapi keadaan sulit, sementara para sahabat belajar menjalani keputusan tersebut dengan kesabaran. Dari Hudaibiyah, umat Islam dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya ketenangan, strategi, dan kepercayaan kepada ketentuan Allah SWT.

Nama Al-Qaswa’ juga sangat erat dengan Haji Wada’, yaitu ibadah haji terakhir Rasulullah SAW pada tahun kesepuluh Hijriah. Dalam riwayat panjang Jabir bin Abdullah RA yang dicatat Imam Muslim, Rasulullah SAW disebut menaiki Al-Qaswa’ dalam perjalanan dari Dzulhulaifah menuju Makkah. Perjalanan tersebut menjadi salah satu sumber utama dalam memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji yang dicontohkan langsung oleh beliau. Pada kesempatan itu, Rasulullah SAW juga menyampaikan pesan-pesan penting tentang kehormatan jiwa dan harta, hak sesama manusia, serta tanggung jawab dalam kehidupan. Karena itu, kisah Al-Qaswa’ menjadi bagian dari kenangan atas perjalanan ibadah yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam.

Sementara itu, riwayat tentang Al-‘Adhba’ menyebutkan bahwa unta tersebut pernah dikenal unggul dalam perlombaan, tetapi kemudian dikalahkan oleh unta milik seorang Badui. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa merupakan ketetapan Allah SWT bahwa sesuatu yang meninggi di dunia dapat mengalami penurunan. Peristiwa ini mengajarkan kerendahan hati ketika memperoleh keberhasilan dan ketabahan ketika menghadapi kemunduran. Kisah-kisah tentang unta Rasulullah SAW juga mengingatkan umat Islam agar memperlakukan hewan dengan penuh kasih sayang, tidak membebaninya secara berlebihan, serta memenuhi kebutuhannya. Dengan demikian, pelajaran dari sejarah ini tidak hanya berkaitan dengan peristiwa besar, tetapi juga dengan akhlak terhadap sesama makhluk Allah SWT.

Pada akhirnya, Al-Qaswa’ dikenang karena namanya tercatat dalam perjalanan penting Rasulullah SAW, khususnya Haji Wada’. Sementara itu, kisah Hudaibiyah dan riwayat Al-‘Adhba’ turut memperlihatkan berbagai pelajaran yang mengiringi perjuangan dakwah beliau. Lebih dari sekadar mengenang seekor tunggangan, kisah ini mengajak umat Islam meneladani kesabaran, kebijaksanaan, kerendahan hati, dan kasih sayang Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.