CYDC Ingatkan Rekonstruksi Sekolah di Pidie Jaya Harus Ramah Bencana
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Fajrillah, Koordinator Daerah CYDC (Children, Youth & Disabilities for Change) untuk Respon Banjir dan Longsor di Kabupaten Pidie Jaya, mengingatkan pentingnya pendekatan mitigasi bencana dalam proses rekonstruksi satuan pendidikan yang terdampak bencana alam.
Lebih lanjut, Fajrillah mengatakan bahwa pembangunan kembali sekolah dan madrasah tidak boleh hanya berorientasi pada fisik semata.
Menurut Fajrillah, selama ini proses rekonstruksi sering kali hanya menekankan aspek ramah lingkungan dan ramah anak, namun masih mengabaikan prinsip ramah terhadap bencana. Padahal, satuan pendidikan merupakan ruang publik yang rentan dan memiliki fungsi strategis dalam melindungi keselamatan peserta didik saat terjadi bencana.
Ia menyebutkan, Kabupaten Pidie Jaya merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, seperti banjir dan longsor, yang terjadi hampir setiap tahun. Kondisi tersebut menyebabkan sekolah dan madrasah kerap menjadi fasilitas umum yang terdampak langsung, baik dari sisi bangunan maupun aktivitas belajar-mengajar.
“Bencana seolah menjadi agenda rutin di Pidie Jaya, dan sekolah hampir selalu berada dalam pusaran dampaknya. Karena itu, rekonstruksi harus berbasis pengurangan risiko bencana agar tidak terus mengulang kerugian yang sama,” ujar Fajrillah.
CYDC, lanjutnya, mendorong agar pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan menjadikan konsep sekolah aman bencana sebagai standar dalam proses rekonstruksi. Hal ini mencakup penataan lokasi, desain bangunan, sistem drainase, serta edukasi kesiapsiagaan bencana bagi warga sekolah demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berkelanjutan. (**)






