22 Mei 2026
Mimbar Islam

Bupati Pidie Jaya Resmi Buka Pengajian Bulanan, Rendahnya Kehadiran ASN Perlu Evaluasi BKPSDM

Foto : Jamaah sedang mendengarkan bimbingan dari Abu Mudi dalam pengajian rutin bulanan Pemkab Pidie.Jaya setiap Jum'at pekan ketiga | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDBupati H. Sibral Malasyi. MA, S.Sos., ME resmi membuka kegiatan pengajian bulanan rutin yang digelar setiap Jum'at, pekan ketiga di Masjid Agung Tgk Chik Pante Geulima, Meureudu, Jumat (22/5/2026).

Agenda ini diprakarsai oleh Dinas Syariat Islam (DSI) bersama Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan instansi/lembaga terkait lainnya.

Pengajian yang dibuka untuk umum tersebut menghadirkan ulama kharismatik Aceh, ulama kharismatik Aceh Tgk. H. Hasanoel Bashry, dikenal sebagai Abu Mudi. Kegiatan diawali dengan shalat sunat dhuha dan pembacaan Surah Yasin bersama.

Turut hadir Ketua MPU Pidie Jaya, Dr. Tgk. H. Anwar Usman, S. PdI., MM (Abiya Kuta Krueng) , bersama puluhan ulama, ratusan ASN dan PPPK, serta masyarakat umum yang memadati masjid.

Selain itu, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga terlihat hadir, di antaranya para asisten dan staf ahli bupati, kepala SKPK, Kabag Setdakab, kepala sekretariat LKA/LKD, serta para camat dan sekretaris camat.

Meski dihadiri sekitar 700-an jamaah, jumlah tersebut disebut masih kurang dari 10 persen dari total 8.500 ASN di lingkungan Pemkab Pidie Jaya.Dalam sambutannya, Bupati Sibral Malasyi yang akran disapa Ayah Syi mengatakan pengajian rutin bulanan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat syiar Islam serta membangun masyarakat religius, berilmu, dan berakhlak sesuai visi “Mewujudkan Pidie Jaya Bersyariat, Berkeadilan, Maju, dan Berkelanjutan”.

Ia menegaskan kehadiran dalam pengajian harus menjadi kebutuhan, bukan karena paksaan. Karena yamgbdiperoleh ilmu bermamfaat dan merupakan fardhu a'in bagi setiap insan.

“Mindset hadir di pengajian Jumat pagi ini harus menjadi kebutuhan, bukan lagi karena diajak, dipaksa, atau terus diumumkan oleh pimpinan SKPK masing-masing,” kata Ayah Syi.

Bupati juga meminta BKPSDM bersama DSI melakukan evaluasi terhadap tingkat kehadiran peserta, termasuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi ASN sehingga dapat diperbaiki ke depan.

“Berlakukan dua absensi, baik manual maupun melalui aplikasi online. Berikan alasan yang benar jika tidak bisa hadir,” ujarnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Abu Mudi membahas berbagai persoalan keagamaan, mulai dari tata cara ibadah, hukum mubah dan sunah, persoalan nazar, hingga ketentuan kurban sesuai syariat Islam.

Pengajian berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab bersama jamaah dan ditutup dengan do'a khidmat yang dipimpin Abiya Kuta Krueng. (*)