Aksi Viral Wagub Aceh, Plat BK Disayang, Plat BL Diserang, Netizen: Kok Kebalik Ya?
Foto : Dok.Acehinspirasi | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Sebuah pemandangan tak biasa terekam di ruas Jalan Banda Aceh–Meulaboh, Sabtu (4/10). Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE, mendadak menghentikan sebuah truk berpelat BK asal Sumatera Utara di kawasan Gurute, bukan untuk menegur, melainkan memberi uang makan kepada sang sopir.
Momen spontan itu sontak membuat sang sopir tersenyum lega. Dalam suasana cair, Wagub bertanya dengan nada akrab,
“Sudah makan belum Bang? Ini buat makan nanti ya. Aman di Aceh kan? Ada disetop karena plat BK?”
Sang sopir menjawab sambil tersenyum,
“Aman, Pak. Nggak ada razia plat di Aceh.”
Dialog singkat namun hangat itu menjadi viral di media sosial setelah video amatir warga beredar luas. Publik pun terbelah dalam menafsirkan momen tersebut, sebagian memuji sisi humanis Wagub Aceh, sebagian lagi menilai ironi nasib berbeda antara kendaraan luar Aceh di Aceh, dan kendaraan Aceh di Sumut.
Pasalnya, di waktu yang hampir bersamaan, keluhan warganet asal Aceh merebak di platform X (Twitter) dan Facebook tentang perlakuan tidak menyenangkan terhadap kendaraan berpelat BL yang melintas di wilayah Sumatera Utara, khususnya di kawasan perbatasan. Beberapa pengguna mengaku sempat diperiksa berlebihan, bahkan ditilang karena alasan sepele, hanya karena mobil mereka berpelat Aceh.
Kontrasnya dua peristiwa itu langsung memantik perbincangan publik di lintas daerah. Warganet di Aceh ramai-ramai mengangkat tagar #PlatBKDisayang #PlatBLDisayangJuga, menuntut adanya resiprositas dan saling hormat di jalan lintas provinsi.
Tindakan kecil Wagub Aceh memberi uang makan mungkin tampak sederhana, namun di baliknya muncul simbol besar, tentang cara memperlakukan tamu di tanah orang, dan bagaimana seharusnya saudara serantau saling menghormati di jalan raya. (**)






