29 November 2025
Opini

Bupati Pidie Jaya Harus Bentuk Tim untuk Investigasi Penyebab Banjir

Oleh : Miswar - Aktivis Pemerhati Lingkungan

OPINI - Banjir kembali menghantam Pidie Jaya, dan seperti sebuah drama yang naskahnya tidak pernah diganti, kita selalu disuguhi babak-babak yang sama,
pejabat turun ke lokasi, kamera standby, rombongan berbaris, lalu semua kembali sepi tanpa jawaban.

Yang berbeda hanya airnya,
kebijakannya tetap, Pidie Jaya tidak kebanjiran karena hujan lebih rajin turun, tapi karena pengawasan lebih rajin ketiduran,
dan karena ada pihak-pihak yang lebih didengar daripada suara rakyat yang tenggelam.

Mari bicara tanpa basa-basi,
banjir ini bukan sekadar masalah alam, tetapi masalah keberanian pemerintah untuk menegakkan akal sehat.

Bupati Pidie Jaya hari ini harus menjawab satu pertanyaan sederhana tapi berat,
Apakah ia berani membentuk Tim Investigasi Penyebab Banjir yang benar-benar independen, atau tidak?

Karena kita semua tahu apa risiko dari tim yang sungguh-sungguh, 
hasilnya bisa saja mengarah pada nama-nama yang selama ini duduk terlalu dekat dengan kekuasaan.
Nama-nama yang mungkin lebih dilindungi daripada hutan itu sendiri.
Nama-nama yang sudah lama menjadi “rahasia umum” tetapi dibiarkan sunyi karena kepentingan.

Tidak perlu jadi ahli geologi untuk melihat kerusakan, 
bukit digerus, lahan gundul, sungai tersumbat proyek, galian C beroperasi tanpa kendali,
semua itu tidak terjadi dalam semalam.
Semua itu terjadi karena ada yang membiarkan,
atau lebih buruk, karena ada yang mendapat manfaat.

Banjir memang deras,
tetapi keuntungan dari kerusakan selalu mengalir lebih deras, Itulah sebabnya, ketidakberanian pemerintah untuk membentuk Tim Investigasi bukanlah hal sepele.
Ini bukan hanya soal teknis lingkungan,
tetapi soal integritas politik,
soal keberpihakan,
soal siapa yang benar-benar dilayani pemerintah, rakyat atau relasi kuasa?

Jika Bupati terus diam, rakyat akan membaca diam itu bukan sebagai kehati-hatian,
tetapi sebagai tanda bahwa ada yang tak boleh disentuh.
Bahwa ada wilayah kekuasaan yang steril dari pemeriksaan.
Bahwa ada tangan-tangan yang tak boleh kotor padahal dialah yang membuat tanah Pidie Jaya rusak.

Padahal, yang dibutuhkan sekarang hanyalah keputusan sederhana,
bentuk Tim Investigasi penyebab banjir, tanpa pandang bulu, tanpa pandang kedekatan, tanpa pandang siapa yang akan tersinggung.

Karena jika pemerintah tidak berani mengusut, maka banjir sendirilah yang akan mengungkap, dan banjir tidak pernah punya belas kasihan,
tidak bisa dinegosiasi, tidak bisa disogok,
tidak bisa diajak berkompromi seperti perizinan.

Banjir hanya mengatakan satu hal, 
“Inilah hasil dari pilihan kalian.” Maka sebelum Pidie Jaya kembali tenggelam oleh air,
lebih baik pemerintah tenggelamkan dulu kepentingan-kepentingan yang membuat kebenaran sulit muncul.

Bupati Pidie Jaya harus membentuk Tim Investigasi Penyebab Banjir, karena pemimpin yang takut pada kebenaran pada akhirnya akan tenggelam oleh kebohongannya sendiri.