02 Oktober 2022
Daerah

Bantuan Dana Rehab Rumah BSPS di Kabupaten Bireuen Diduga Sarat Permainan

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Bantuan Dana Rehab Rumah dari BSPS di Kabupaten Bireuen diduga sarat permainan. Diduga permainan tersebut dilakukan oleh sejumlah  oknum di Kabupaten Bireuen, Senin, (25/07/2022). 

Pasokan material tidak sesuai dengan anggaran yang dijanjikan sebesar Rp. 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah) nyatanya barang yang dipasok untuk penerima manfaat ditaksir lebih kurang hanya mendapatkan Rp.10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) 

Hal tersebut diungkapkan oleh Tihawa (60) salah seorang penerima bantuan rumah yang berstatus janda warga Desa Tanjong Seulamat, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Tihawa sangat menyayangkan perlakuan tidak adil terhadap penerima manfaat bantuan dana rehab rumah BSPS. 

Miris, Tihawa dengan mata sembab mengaku kepada pewarta media ini, dirinya terpaksa harus menjual sepetak tanah sawah  ke orang lain untuk membeli kebutuhan bahan material rumah bantuan. 

Kata dia, Bahan-bahan material yang di pasok hanya besi beton 9 batang, besi cincin 8 batang,  2000 batu bata, 20 sak semen, papan kurang dari 1 ton, seng 17 lembar, kerikil setengah truk, pasir 1 truk  dan paku lebih kurang 4,5 kg.

Tihawa mengaku sedih, karena dia terpaksa menjual sepetak tanah peninggalan alm suami nya. Dari hasil penjualan sawah itu Tihawa melanjutjkan rehab rumah tersebut namun tetap saja tidak cukup walaupun sudah terjual sawah.

Kini dia terpaksa tidur di dapur rumah, karena rumah yang di bangun tidak selesai, di tambah lagi dia sudah tidak punya biaya lagi untuk melanjutkan rumah tersebut , tutur Tihawa. 

Keuchik Gampong Tanjong  Seulamat M. Zaini  mengatakan, permasalahan rumah rehab yang sedang di bangun di Gampong nya, dia hanya tahu dari mulut ke mulut . 

Setahu dia , " setiap rumah yang di bangun anggaran nya sebesar Rp. 20.000.000 ( Dua Puluh Juta Rupiah ) , apakah dengan dana sebesar itu untuk membeli barang dan termasuk ongkos upah tukang .

Apalagi disaat  dikumpulkan nama warga yang akan mendapatkan rumah bantuan , waktu itu dia selaku Keuchik sedang cuti, makanya yang mendapatkan bantuan rumah rehab, sanak saudara timses tertentu , makanya ketika di tanya siapa siapa nama yang menerima rumah bantuan , saya tidak tahu, pungkas Keuchik . 

Johari yang di sapa bang Har kordinator rumah rehab BSPS wilayah Barat kabupaten Bireuen kepada media ini dia menjelaskan bahwa jauh hari, dia sudah menjelaskan kepada penerima rumah rehab BSPS.

Setiap penerima hanya mendapatkan bantuan Rp. 20.000.000 ( Dua puluh juta rupiah rupiah ) ,dengan rincian  Rp. 2.500.000 untuk upah kepala tukang, sedang kan Rp.17.500.000 untuk material rumah bantuan . 

Apabila penerima membangun melebihi dari dana tersebut , itu sudah urusan pemilik rumah , pungkas Johari.

Pewarta : Adi Saleum