02 Februari 2026
Daerah

Bank Aceh Didesak Relaksasi Kredit Korban Banjir, Rekening Gaji ASN dan Transaksi Keuangan Daerah Terancam Dipindahkan

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Ketua Komisi III DPRK Aceh Timur, Zulfahmi, S.H., kembali mengatakan agar perbankan, khususnya Bank Aceh Syariah, memberikan relaksasi kredit kepada masyarakat yang terdampak banjir di Aceh Timur. Desakan tersebut dinilai mendesak mengingat bulan suci Ramadhan yang akan segera tiba, sementara kondisi ekonomi masyarakat masih dalam tahap pemulihan pasca bencana.

Zulfahmi menilai, perbankan tidak boleh bersikap kaku di tengah situasi darurat. Menurutnya, masyarakat korban banjir membutuhkan kebijakan yang meringankan beban, bukan tambahan tekanan ekonomi dari kewajiban angsuran yang sulit dipenuhi dalam kondisi saat ini.

Dikutip dari infoacehtimur.com, Zulfahmi mengatakan bahwa relaksasi kredit bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan kewajiban moral dan sosial perbankan. Ia bahkan mengingatkan, apabila Bank Aceh Syariah tidak menunjukkan empati dan keberpihakan kepada rakyat, DPRK Aceh Timur siap mendorong pemindahan rekening gaji ASN serta transaksi keuangan daerah ke bank lain yang dinilai lebih peduli terhadap masyarakat.

Ia menjelaskan, kebijakan relaksasi kredit tidak dimaksudkan untuk menghapus kewajiban nasabah, tetapi memberi ruang bernapas agar masyarakat dapat bangkit kembali secara ekonomi. “Jangan sampai bank daerah yang seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi rakyat Aceh justru abai dalam situasi darurat,” ujar Zulfahmi.

Di sisi lain, Zulfahmi juga berharap Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, memiliki sense of crisis yang kuat terhadap kondisi masyarakat terdampak bencana. Saat ini, Bank Aceh Syariah baru memberikan relaksasi terbatas bagi nasabah KUR dan UMKM berupa penundaan angsuran selama tiga bulan, sementara ASN dan pensiunan korban bencana hanya diarahkan pada program Pembiayaan Multiguna Peduli Bencana Hidrometeorologi dengan skema bunga rendah dan jangka waktu pengembalian hingga 75 tahun, yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan mendesak warga. (**)