07 Maret 2026
Pendidikan

Pasca Musibah Melumpuhkan Pidie Jaya, Mahasiswa UIN SUNA Hadir Pulihkan Semangat Anak-anak Geunteng

Foto : Istimewa | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDMusibah Banjir dan longsor yang disebut sebagai salah satu yang terbesar abad ini melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra dan meninggalkan jejak kehancuran mendalam.

Di Gampong Geunteng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, air berlumpur datang dengan kekuatan besar, meruntuhkan dan menimbun rumah warga, memutus akses jalan, serta memporak-porandakan sendi kehidupan masyarakat.

Di balik data kerusakan dan laporan tanggap darurat, terselip kenyataan yang lebih sunyi: terhentinya dunia anak-anak. Rutinitas belajar dan bermain yang semestinya berlangsung aman berubah menjadi ketidakpastian pascabencana.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe melalui program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) turun langsung ke lokasi.

Selama beberapa hari di lapangan, mereka menggelar kegiatan kajian dan motivasi belajar Al-Qur’an bagi anak-anak terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya.

Kegiatan yang berlangsung di TPA Masjid Baitul Makmur, Selasa (18/2), disambut antusias para santri dan masyarakat. Tak sekadar meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, program ini juga menjadi bagian dari upaya trauma healing bagi anak-anak korban bencana.

Direktur TPA Masjid Baitul Makmur, Tgk. Ramli, menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa KPM terhadap kondisi anak-anak pascabencana. Tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran mahasiswa KPM di Pidie Jaya.

Kegiatan ini sangat berarti bagi anak-anak kami, apalagi setelah musibah banjir dan longsor. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut. Bahkan, kami berencana mengadakan pesantren kilat dalam bulan Ramadan mendatang untuk meningkatkan kualitas tilawah dan tahfidz,” ujarnya.

Ketua Kelompok KPM, Azzam, mengatakan bahwa kehadiran mereka di Desa Geunteng diharapkan dapat menjadi pelipur lara bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

“Kami ingin kehadiran kami menjadi penyemangat bagi adik-adik agar tetap kuat dan terus belajar. Semoga kegiatan ini bisa membantu menjaga mental mereka sekaligus memperkuat iman,” ungkapnya. (**)