11 Juni 2026
Daerah

Bangkit Bersyariat, Pulih Bersama: HUT Pidie Jaya ke-19 dan Tahun Baru Islam 1448 H, Sepekan Perayaan Religius Meriahkan Negeri Japakeh

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Kabupaten Pidie Jaya akan memasuki usia ke-19 tahun pada 15 Juni 2026. Momen bersejarah tersebut tahun ini memiliki makna yang lebih istimewa karena beriringan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada 16 Juni 2026.

Menyambut dua momentum penting tersebut, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya telah menyiapkan rangkaian kegiatan religius, sosial, budaya, dan hiburan masyarakat yang berlangsung selama sepekan, mulai 10 hingga 16 Juni 2026.

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pidie Jaya ke-19 tahun ini mengusung tema "Bangkit Bersyariat, Pulih Bersama", yang mencerminkan semangat kebangkitan masyarakat serta komitmen melanjutkan pembangunan daerah pasca berbagai tantangan dan proses pemulihan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari panitia pelaksana, Festival Islami menjadi agenda utama dalam rangkaian peringatan HUT tahun ini. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 10 hingga 13 Juni 2026, dan dipusatkan di Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya.

Festival yang diselenggarakan oleh Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Pidie Jaya itu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sebanyak 898 peserta tercatat mendaftar untuk ambil bagian dalam berbagai perlombaan yang diikuti peserta mulai tingkat TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA hingga kategori umum.

Berbagai cabang lomba digelar sebagai upaya membangun generasi Qurani dan memperkuat nilai-nilai syariat Islam di tengah masyarakat. Perlombaan yang dipertandingkan antara lain azan, azan dan iqamah, peragaan shalat berjamaah, shalat jenazah, tartil Al-Qur'an, tilawah Al-Qur'an, hafalan doa harian, hafalan Juz Amma, kaligrafi, menulis ayat Al-Qur'an, pidato dalam berbagai bahasa, cerdas cermat Islam, hingga Dalail Khairat.

Panitia juga telah menyediakan berbagai hadiah menarik, trofi, serta piagam penghargaan bagi para pemenang.

Selain kegiatan keagamaan, semarak HUT Pidie Jaya juga akan diwarnai Karnaval Pelajar yang melibatkan seribuan peserta dari jenjang TK, SD dan SMP dari berbagai lembaga pendidikan di seluruh kecamatan dalam Kabupaten Pidie Jaya.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah turut memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal melalui kegiatan UMKM Kerajinan Kreatif yang berlangsung pada 13 hingga 14 Juni 2026 di halaman Gedung MTQ.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkenalkan produk-produk unggulan daerah.

Sementara itu, Malam Puncak HUT Kabupaten Pidie Jaya ke-19 akan digelar pada Minggu, 14 Juni 2026. Acara diawali dengan gala dinner yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, ulama, serta berbagai elemen pembangunan daerah.

Kemeriahan perayaan dipastikan mencapai puncaknya pada Senin malam, 15 Juni 2026, melalui pawai mobil hias yang akan melintasi sejumlah ruas jalan utama. Atraksi kendaraan yang dihias dengan nuansa Islami dan kearifan lokal tersebut diprediksi menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat dan menghiasi malam peringatan hari jadi daerah yang dikenal dengan julukan Negeri Japakeh itu.

Pada hari yang sama, pemerintah daerah juga menggelar kegiatan sosial berupa Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat serta upaya meningkatkan pelayanan publik.

Rangkaian peringatan HUT Kabupaten Pidie Jaya ke-19 dan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah akan ditutup dengan kegiatan zikir dan tausiyah akbar pada Selasa malam, 16 Juni 2026.

Zikir akbar akan dipimpin oleh Tgk. M. Ridhani, sementara tausiyah disampaikan oleh Tgk. Habibi An-Nawawi. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan 19 tahun Kabupaten Pidie Jaya sekaligus doa bersama untuk keberkahan, kemajuan, dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.

Perpaduan antara perayaan hari jadi daerah dan momentum Tahun Baru Islam menjadikan HUT Pidie Jaya ke-19 tahun ini tidak hanya sebagai ajang seremonial, tetapi juga sarana memperkuat syiar Islam, mempererat persatuan masyarakat, serta membangkitkan optimisme menuju Pidie Jaya yang lebih maju, religius, dan berdaya saing. (*)