Anak Piyatu Juga Berhak Bahagia: Saatnya Kita Peduli
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Di tengah perhatian besar terhadap anak yatim, ada satu kelompok yang kerap terabaikan, anak piyatu. Mereka adalah anak-anak yang kehilangan ibu, tetapi masih memiliki ayah yang sering kali tidak lagi hadir dalam kehidupan mereka. Nasib mereka sering kali lebih sulit, karena selain kehilangan kasih sayang seorang ibu, banyak dari mereka juga ditinggalkan tanpa kepastian hidup oleh ayahnya.
Pemerhati sosial dan aktivis hak asasi manusia, Razali alias Nyakli, menyoroti ketimpangan ini. Menurutnya, anak piyatu memiliki hak yang sama dengan anak yatim untuk mendapatkan perhatian dan bantuan. Namun, dalam kenyataannya, mereka jarang menjadi prioritas dalam program santunan maupun bantuan sosial. "Banyak anak piyatu yang hidup dalam keterbatasan, diasuh oleh nenek atau kerabat yang juga kesulitan secara ekonomi. Mereka seharusnya tidak dibiarkan berjuang sendiri," ujarnya.
Kisah pilu anak-anak piyatu ini nyata di banyak tempat. Ada yang harus berhenti sekolah karena tidak ada yang membiayai, ada pula yang tumbuh dengan perasaan kehilangan dan kesepian karena kurangnya perhatian dari lingkungan sekitar. Mereka bukan hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi juga kasih sayang dan kepedulian agar bisa tumbuh dengan optimisme menghadapi masa depan.
Razali mendesak pemerintah dan para dermawan untuk lebih peka terhadap kondisi ini. Program santunan seharusnya tidak hanya berfokus pada anak yatim, tetapi juga mencakup anak piyatu yang mengalami kesulitan hidup. Ia berharap ada kebijakan yang lebih inklusif agar tidak ada lagi anak yang merasa terpinggirkan hanya karena kategori sosial yang selama ini kurang mendapat perhatian.
Lebih dari sekadar bantuan finansial, anak piyatu membutuhkan dukungan moral dan emosional. Masyarakat perlu membuka mata dan hati untuk mereka, memberikan tempat yang layak dalam kehidupan sosial. Dengan kepedulian bersama, kita bisa menghadirkan harapan baru bagi mereka, memastikan bahwa mereka tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih dan perhatian, seperti halnya anak-anak lain yang berhak atas masa depan yang cerah. (**)