21 Oktober 2021
logo
Opini

World Cleanup Day 2021 Pidie Jaya

Oleh : Diva Nadia
Mahasiswa Asal Pidie Jaya


OPINI - Gerakan Word Cleanup Day (WCD) adalah hari aksi sosial global tahunan yang mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk turun membersihkan dan menjaga kebersihan bumi yang bertujuan untuk mengurangi masalah limbah padat dan sampah laut.

Aksi inipun merupakan acara global terbesar, kurang lebih 180 Negara terlibat dalam aksi tersebut hanya karena ketertarikan yang diinisasi pertama kali oleh organisasi asal Estonia, let’s Do It pada tahun 2008 serta melibatkan lebih dari 50,000 orang di seluruh Estonia untuk membersihkan negaranya dalam jangka waktu 5 jam saja.

WCD dilaksanakan setiap tahun pada sabtu pekan ketiga bulan September, aksi tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan bumi dari limbah yang tidak dikelola dengan baik, serta mengajak dan melibatkan lapisan masyarakat baik pemerintah, organisasi, hingga setiap individu untuk turut berkontribusi dalam permasalahan limbah.

Dengan adanya beberapa surat dukungan, untuk memperingati hari world cleanup day (WCD) di Kabupaten Pidie Jaya seluruh organisasi beserta komunitas melaksanakan hari bersih-bersih sedunia, yang berlangsung di Kecamatan Panteraja, tepatnya di Gampong Keude Panteraja dan Gampong Tu.

Puluhan organisasi dan lintas komunitas bergerak serentak melakukan hari bersih-bersih di sepanjang jalan rel kerata api kecamatan panteraja. Kegiatan tersebut juga diorganisir oleh Komunitas Pijay Gleeh melibatkan 22 organisasi, lintas Komunitas, TNI, Polri serta didukung oleh 16 media partner yang ada di Pidie Jaya.

Fazli Husin, selaku Leader Operation WCD Kabupaten Pidie Jaya yang juga merupakan Ketua Komunitas Pijay Gleeh menjelaskan, bahwa pelaksanaan WCD 2021 di laksanakan di tengah pandemi Covid-19, hal tersebut sama sekali tidak membuat lemahnya semangat yang membara untuk melakukan aksi tersebut nyakni membersihkan dan mengutip sampah.

Lintas Komunitas serta 0rganisasi di Pidie Jaya melakukan aksi bersama, bukan hanya sekedar bersih-bersih saja akan tetapi ingin mengajak seluruh elemen masyarakat di Pidie Jaya supaya bisa menjadi pelopor kebersihan di rumah serta di lingkungan masing-masing.

Tidak hanya itu Komunitas Pijay Gleeh juga mengatakan bahwa wcd atau aksi bersih-bersih yang dilaksanakan dalam satu hari secara serentak di seluruh dunia yaitu dengan tujuan menyatukan umat manusia dari berbagai budaya, agama, suku, dan ras untuk membersihkan dunia dari permasalah sampah serta meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan manusia.

Di Kabupaten Pidie Jaya pelaksanaan telat satu hari kerena sesuatu dan lain hal, seharusnya pelaksanaan dari tanggal 21-24 September 2021. WCD tersebut yang berlangsung dengan baik dan diapresiasi oleh Kapolsek Panteraja, Ipda Teuku Ansari, atas kerja sama semua organisasi dan komunitas dalam segi kepedulian terhadap lingkungan di Kabupaten Pidie Jaya khususnya di Kecamatan Panteraja.

Dan menariknya lagi terkait dengan tujuan world Cleanup Day seperti yang dikatakan oleh Ketua Komuitas Pijay Gleeh yaitu untuk menyatukan umat manusia dari berbagai budaya, agama, suku dan juga ras. Tujuan tersebut sangatlah menarik dan penting diterapkan terlebihnya lagi di masa sekarang yaitu generasi Z.

Generasi Z adalah mereka yang lahir sekitar tahun 1997 hingga tahun 2000-an, generasi Z tersebut besar kemungkinan, mereka sudah tidak mengenali apa itu yang dimaksud dengan budaya, agama dan juga toleransi antara suku dan juga ras.

Cara Mengenali Budaya dan Toleransi Kepada G Z

Budaya itu sendiri adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh sekelompok orang, serta diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari berbagai macam unsur, mulai dari diri manusia, seseorang bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaan di antara mereka.

Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan Negara yang memiliki wilayah yang sangat luas, mulai dari Sabang sampai Marauke dan memiliki banyak sekali suku sehingga melahirkan banyak juga budaya.

Upaya untuk mempertahankan nilai-nilai budaya baik secara tradisional ataupun mengembangkan dengan perwujudan yang lebih dinamis adalah dengan melestarikan kebudayaan, mengikuti kegiatan budaya, mempelajari budaya local serta menjadikan budaya sebagai indentitas.

Akan tetapi sekarang ini masyarakat Indonesia malah semakin terpengaruh oleh kebudayaan luar melalui perkembangan teknologi modern yang semakin canggih, semakin berkembang pesatnya media-media yang ada, semua informasi dan budaya dari luar terserap komplet tanpa adanya filterisasi dan pembedaan budaya itu sendiri.

Sehingga kini tradisi lama yang dianggap kuno atau ketinggalan zaman mulai dilupakan. Ketika kita berbicara tentang toleransi dimana sifat dan sikap toleran yang biasanya ditujukan untuk menghormati adanya perbedaan pendapat, agama, ras, dan budaya pada setiap orang atau kelompok.

Sikap teleransi dapat menghindari terjadinya diskriminasi, walaupun banyak kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat.

Toleransi itu sendiri merupakan kunci perdamaian yang patut dijaga, berbagai budaya disetiap wilayah memiliki keragaman dan keunikan yang berbeda satu sama lain, serta perbedaan keyakinan, ras, warna kulit, menjadi ciri khas yang patut dibanggakan di dunia. Jika ada anggota masyarakat yang tidak menjungjung tinggi nilai toleransi, maka tatanan masyarakat tersebut akan rusak.

Hal tersebut justru bisa dikatakan sesuai dengan fenomena yang ada dilapangan, banyak sekali konflik di masyarakat akibat kurangnya rasa toleransi. Lebih-lebih dalam situasi sekarang ini nilai toleransi sudah memudar terutama dikalangan generasi Z yang lebih mengedepankan segala sesuatunya dengan ego, dan ini dapat memicu generasi Z untuk mudah terpancing dengan deklarasi dan statmen yang belum eksplisit.

Dapat disimpulkan bahwa toleransi merupakan sebuah sikap untuk menghargai dan menghormati setiap orang yang memiliki perbedaan pandangan, pendapat, keyakinan, kepercayaan, termasuk juga perbedaan agama, ras dan budaya dengan diri sendiri, karena mereka semua memiliki hak untuk diperlakukan sama dengan setiap orang.

Toleransi sebagai sebuah sikap yang jitu tentu saja memiliki banyak manfaat, jika setiap orang memiliki sikap toleran yang tinggi tentu dalam kehidupan ini akan terhindar dari berbagai kekeras dan dan deskriminasi salah satu pihak atas nama identitas, selain itu yang perlu diketahui dan harus ditanamkan dalam kehidupan berbagsa dan bernegara terutama di kalangan generasi Z, adalah mempelajari dan mempraktekkan budaya maupun hal yang sejenisnya. Jangan abaikan hal yang dianggap biasa saja karena kesempatan tersebut bisa jadi akan diambil oleh negara lain untuk menghancurkan budaya yang ada di dalam negara kita sendiri.

Maka dari itu pergunakanlah teknologi dengan baik dan benar seperti memamerkan budaya lewat Youtube, Facebook, Twiter, Telegram dan di tempat-tempat lain agar budaya kita sendiri tetap menjadi superior.

Berkah dari WCD di Pidie Jaya dengan tujuan dan niat yang sangat baik, semoga daerah-daerah yang lain juga bisa mengimplementasikan hel tersebut dengan beragam tujuan-tujuan yang lain.

logologo
logologo