29 November 2025
Daerah

Warga Tak Habis Pikir, Plafon Kantor Bupati Pidie Jaya Runtuh, Semangat Perubahan Ikut Jebol?

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Plafon Gedung Kantor Bupati Pidie Jaya yang selama ini menjadi salah satu ikon daerah kini tampak rusak parah dan terkesan dibiarkan begitu saja. Sebagian plafon terlihat menganga, terbuka, dan menggantung tidak terurus, menciptakan kesan bangunan terbengkalai di jantung pusat pemerintahan.

Pantauan awak media pada Selasa (24/11) memperlihatkan kondisi yang semakin mengkhawatirkan. Tidak terlihat adanya perbaikan ataupun upaya penanganan dari pihak terkait. Seorang warga yang sering mengurus administrasi di gedung tersebut mengaku heran dengan kelalaian pemerintah daerah. “Seharusnya ini diperbaiki, bukan dibiarkan hancur begitu. Ini kantor bupati, bukan gudang tua. Malu kita kalau ada tamu datang,” ujarnya.

Miswar, seorang aktivis pemerhati kebijakan publik di Pidie Jaya, turut menyoroti persoalan tersebut. Menurutnya, kerusakan ini tidak sekadar soal estetika, tetapi bukti nyata gagalnya pengelolaan aset pemerintah. “Plafon gedung Kantor Bupati seperti tidak bertuan. Ke mana anggaran pemeliharaan itu? Mana semangat perubahan yang sering diumbar?” katanya tegas.

Ia menilai kondisi ini memperlihatkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap fasilitas yang justru menjadi wajah daerah. Miswar menegaskan, pusat pemerintahan seharusnya menjadi contoh tata kelola yang baik, bukan justru memperlihatkan kerusakan yang dibiarkan menahun. “Kalau gedung sendiri tidak bisa dirawat, bagaimana publik mau percaya pada pelayanan yang lebih besar?”

Selain itu, ia mengingatkan bahwa kerusakan plafon bukan hanya menurunkan wibawa pemerintah, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan bagi ASN maupun masyarakat yang beraktivitas di dalam gedung. “Jangan tunggu plafon itu jatuh menimpa orang baru sibuk mencari solusi. Perbaikan itu wajib, bukan pilihan,” tambah Miswar.

Ia memastikan akan terus mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret. Menurutnya, rakyat menunggu tindakan nyata, bukan slogan perubahan yang hanya manis di telinga. “Tunjukkan bahwa pemerintah punya itikad baik. Jangan sampai kerusakan gedung ini menjadi simbol rusaknya komitmen pelayanan publik,” tutupnya. (**)