11 Februari 2026
Daerah
BANJIR PIDIE JAYA

Update Minggu 30 November: Infrastruktur Lumpuh, Pertanian dan Tambak Pidie Jaya Porak-Poranda

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -
Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Pidie Jaya hingga Minggu (30/11) terus menunjukkan dampak serius. Berdasarkan Data Rekapitulasi Dampak Banjir dan Longsor Kabupaten Pidie Jaya 2025 dalam surat pernyataan bencana bernomor 300.2/402.1, tercatat sedikitnya 17 warga meninggal dunia dan 18 orang dinyatakan hilang. Selain itu, korban luka juga cukup besar dengan 338 orang luka berat serta 1.433 orang luka ringan di berbagai kecamatan.

Jumlah warga yang terpaksa mengungsi mencapai 98.590 jiwa, tersebar di 103 titik pengungsian. Dari jumlah tersebut, terdapat 1.788 kepala keluarga (KK) pengungsi yang masih bertahan di pos-pos darurat. Bencana ini juga berdampak luas ke permukiman, dengan 222 desa dan 17.589 KK tercatat terdampak langsung, khususnya di Kecamatan Meureudu, Meurah Dua, Ulim, Trienggadeng, Bandar Baru, Pante Raja, Jangka Buya, dan Bandar Dua.

Kerusakan bangunan tergolong parah. Data mencatat 7.728 rumah rusak, disertai 13 rumah ibadah dan 7 sekolah yang terdampak. Tidak hanya hunian, sektor transportasi juga terpukul dengan 10.126 kendaraan rusak. Kondisi ini memperberat mobilitas warga dan proses distribusi bantuan kemanusiaan ke lokasi-lokasi terdampak.



Sektor pertanian dan perikanan mengalami kerugian besar. Tercatat 827 hektare lahan siap panen rusak, 1.057 hektare tambak terdampak, serta 12 hektare perkebunan mengalami kerusakan. Selain itu, 164 ekor ternak (lembu, kerbau, dan kambing) dilaporkan mati atau hilang. Dampak ini dikhawatirkan berimbas pada ketahanan pangan dan ekonomi warga dalam jangka menengah.

Infrastruktur dasar ikut terdampak signifikan. Terdapat kerusakan pada 1 ruas jalan nasional, 1 ruas jalan provinsi, dan 201 ruas jalan kabupaten. Untuk jembatan, tercatat 1 jembatan di ruas jalan nasional dan 6 jembatan di ruas jalan kabupaten mengalami kerusakan. Selain itu, 229 jembatan di ruas jalan kabupaten juga terdampak, sehingga akses antarwilayah menjadi terbatas.

Dampak terhadap sumber daya air dan irigasi turut dilaporkan. Kerusakan pada DAS WS Aceh–Meureudu terdata di 2 titik, sementara 58 jaringan irigasi dan 4 SPPG juga terdampak. Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan pendataan lanjutan, evakuasi, serta penyaluran bantuan. Data terakhir diperbarui pada 30 November 2025 pukul 14.00 WIB, dan masyarakat diimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem susulan. (**)