LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Ratusan warga Gampong Rawasari, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, kembali menggelar musyawarah pada Minggu (1/3) untuk menyikapi polemik pemotongan dana stimulan dari Kemensos RI sebesar Rp3 juta dari total bantuan Rp8 juta dengan tujuan pemerataan untuk korban banjir laninnya yang namanya tidak termasuk di data pencairan tahap pertama. Pertemuan tersebut berlangsung terbuka dan penuh kekeluargaan di Meunasah Gampong setempat.
Dalam forum itu, warga sepakat mengembalikan dana Rp3 juta kepada 141 kepala keluarga (KK) yang sebelumnya tercatat sebagai penerima bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Keputusan ini diambil demi menjaga ketertiban serta menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Keuchik Gampong Rawasari, Tgk Nazaruddin, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama agar bantuan disalurkan sesuai ketentuan. Ia mengatakan, musyawarah dilakukan untuk mencari solusi terbaik tanpa menimbulkan perpecahan.
Menurutnya, seluruh warga di gampong tersebut terdampak banjir, meski dengan tingkat kerusakan yang berbeda. Karena itu, ia berharap pada tahap kedua penyaluran bantuan maupun proses pendataan ulang, semua korban dapat terakomodir secara adil dan proporsional.
Keuchik juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, Keuchik Nazar menilai, kebersamaan dan komunikasi terbuka menjadi kunci menjaga harmoni sosial pasca bencana.
Warga pun berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah dan instansi terkait dapat melakukan verifikasi ulang secara transparan, sehingga penyaluran bantuan ke depan benar-benar tepat sasaran serta mampu memulihkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Rawasari. (**)










