Puluhan Pelajar Ikuti Lomba Ceurita Jameun di Museum Pidie Jaya
Foto : Peserta lomba ceurita Jameun dalam bahasa Aceh sedan unjuk kemampuan. | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Puluhan pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat mengikuti lomba bercerita menggunakan bahasa Aceh atau Ceurita Jameun di Museum Pidie Jaya, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga Jumat (16/10/2026) tersebut diikuti 34 peserta dengan mengusung tema “Merawat Sejarah, Menginspirasi Masa Depan”.
Lomba ini bertujuan melestarikan bahasa daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya Aceh.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie Jaya, Marzuan, M.Pd., mengatakan lomba tersebut menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan literasi, kreativitas, serta keberanian pelajar dalam bertutur menggunakan bahasa daerah.
Menurut Marzuan, peserta didorong mengangkat kisah sejarah, cerita rakyat, dan nilai-nilai kearifan lokal Aceh guna memperkuat kecintaan terhadap bahasa ibu dan warisan budaya leluhur.
Ia menambahkan, lomba Ceurita Jameun direncanakan menjadi agenda tahunan Museum Pidie Jaya. Selain memotivasi pelajar untuk terus belajar dan berkreasi, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan penulis dan seniman berbakat yang mampu mengharumkan nama Pidie Jaya di tingkat provinsi maupun nasional.
Panitia menyediakan uang pembinaan bagi para pemenang, yakni Rp1.250.000 untuk juara pertama, Rp1.000.000 untuk juara kedua, dan Rp750.000 untuk juara ketiga.
Sementara itu, Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi MA, S.sos., ME mengapresiasi penyelenggaraan lomba tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya menanamkan budaya literasi, meningkatkan minat baca, serta membangun keberanian dan kepercayaan diri anak sejak dini.
“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga upaya menanamkan budaya literasi, meningkatkan minat baca, serta membangun keberanian dan kepercayaan diri anak sejak dini,” ujar Sibral saat dihubungi Liputan Gampong News melalui telepon seluler, Kamis (15/10/2026).
Ia menegaskan, bahasa daerah merupakan bagian dari identitas dan jati diri masyarakat yang harus dijaga dan dilestarikan dengan melibatkan generasi muda.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, lanjutnya, berkomitmen mendukung kegiatan serupa agar dapat dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan lebih banyak peserta. (*)






