20 Maret 2026
Daerah
BANJIR PIDIE JAYA

Perintah Menteri PU, BPBPK Aceh Salurkan Air Bersih untuk Ribuan Pengungsi di Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menyalurkan air bersih bagi ribuan pengungsi banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Pidie, dan Kabupaten Bireuen. Bantuan ini menyasar titik-titik pengungsian yang mengalami keterbatasan air bersih, sekaligus menjadi napas harapan bagi warga terdampak yang membutuhkan air untuk bertahan di tengah situasi darurat.

Koordinator Tim BPBPK Aceh untuk tiga kabupaten, Ismadi, S.TP, mengatakan pihaknya mengerahkan enam armada mobil tangki yang dioperasikan oleh 20 personel. “Dua belas personel ditugaskan di wilayah Pidie Jaya dan Pidie, sementara delapan personel bertugas di Bireuen,” ujarnya, Minggu (30/11). Para petugas bekerja bergantian sejak pagi hingga malam untuk memastikan distribusi berlangsung merata dan tepat sasaran.

Setiap hari, BPBPK Aceh mendistribusikan sekitar 70.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan para penyintas banjir. Air tersebut diambil dari sumber mata air Jeulanga Mata Ie, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya, sumber yang dinilai aman dan dapat memenuhi standar untuk keperluan harian warga di pengungsian.

Untuk Kabupaten Pidie Jaya yang jumlah pengungsinya mencapai ribuan jiwa, BPBPK Aceh mensuplai 32.000 liter air bersih per hari melalui 10 Hidran Umum (HU). Sementara itu, Kabupaten Pidie dan Bireuen masing-masing mendapatkan pasokan melalui 5 HU. Skema ini diharapkan memudahkan akses warga terhadap air bersih tanpa harus menempuh jarak jauh.

“Kami berharap air yang kami distribusikan bisa dimanfaatkan untuk memasak dan kebutuhan air minum,” kata Ismadi. Menurutnya, ketersediaan air bersih bukan sekadar kebutuhan dasar, namun menjadi faktor penting untuk mencegah penyakit pascabanjir yang kerap muncul akibat lingkungan yang kurang higienis.

Ismadi mengatakan, langkah cepat BPBPK Aceh merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Menteri PUPR agar seluruh jajaran hadir membantu korban bencana di Aceh. Perintah itu menjadi penguat semangat tim di lapangan untuk bekerja lebih sigap, meski dihadapkan pada medan berat dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.

Di tengah genangan dan keterbatasan, aliran air bersih ini menjadi simbol kepedulian negara kepada rakyatnya. Dari setiap liter air yang mengalir, terkandung harapan, bahwa para pengungsi tidak sendirian, dan bahwa pemulihan akan terus diupayakan hingga kehidupan kembali normal di Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen. (TS)